APK Penuhi Kota Jeneponto, Begini Reaksi Ketua Bawaslu

Jika dari arah Jeneponto-Takalar, pengendara yang melintas bakal melihat dua baliho berukurang cukup besar dari dua caleg berbeda.

APK Penuhi Kota Jeneponto, Begini Reaksi Ketua Bawaslu
muslimin/tribunjeneponto.com
Baliho dan banner calon legislatif mulai bertebaran di seputaran kota Jeneponto. 

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Baliho dan banner calon legislatif mulai bertebaran di seputaran kota Jeneponto.

Seperti yang terpantau di pertigaan lampu merah Belokallong, Jl Lanto Dg Pasewang, Kecamatan Binamu, poros Jeneponto, Kamis (1/11/2018).

Jika dari arah Jeneponto-Takalar, pengendara yang melintas bakal melihat dua baliho berukurang cukup besar dari dua caleg berbeda.

Selain itu, pantauan TribunJeneponto.com, beberapa benner caleg berukurang kecil juga nampak di tempel di sejumlah pohon yang menjulang di pinggir jalan seputar kota Bontosunggu, pusat kota Jeneponto.

Ketua Bawaslu Jeneponto, Saiful, yang dikonfirmasi terkait pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) itu, membenarkan adanya sejumlah pelanggaran.

"Terkait dengan proses kampanye pemilu khususnya pemasangan APK, Bawaslu sudahh melakukan langkah-langkah pencegahan dan penindakan. kami menemukan ada beberapa APK yang terpasang tidak sesuai dengan regulasi baik Undang-Undang Pemilu maupun peraturan lainnya, misalnya ada APK yang dipasang di tempat-tempar yang dilarang misalnya dipasang di pepohonan," kata Saiful.

Atas dugaan pelanggaran itu, pihaknya pun mengaku telah berkoordinasi dengan Pemkab Jeneponto untuk melakukan penertiban.

"Terhadap bentuk pelanggran tersebut Bawaslu sudah meminta pemerintah daerah melalui Satpol PP untuk membersihkan atau menurunkan APK yang dipasang di pohon tersebut," ujarnya.

Ia pun berharap kepada para caleg untuk mematuhi setiap atauran ataupun regulasi pemilu yang telah ditetapkan.

"Pada pribsipnya undang-undang telah memberikan kesempatan yglang seluas-luasnya kepada peserta pemilu untuk melakukan kampanye dalam segala bentuk, kecuali hal yang dilarang itu yang harus dihindari," tegasnya.

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved