Target Tingkatan Produksi Jagung, 5,574 Kelompok Tani Sulbar Dapat Bantuan dari Kementan

Berupa bibit jagung, alat pompa air yang dilengkapi dengan mesin pertanian sehingga petani bisa berproduksi lebih besar.

Target Tingkatan Produksi Jagung, 5,574 Kelompok Tani Sulbar Dapat Bantuan dari Kementan
TRIBUN TIMUR/NURHADI
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman didampingi Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar dan Kapolda Sulbar Brigjen Pol Baharudin Djafar, saat menghadiri panen jangung seluas 300 Ha di Desa Lariang, Kecmatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu, Rabu (31/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Salah satu yang menjadi fokus Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) di Sulawesi Barat di 2018, adalah peningkatan produktivitas tanaman jagung dengan model tumpan sari.

Model tumpan sari yang dimaksud adalah, tanaman jagung tersebut diintegrasikan dengan kebun kelapa sawit, hingga menunggu kelapa sawit bisa berproduksi hingga lima tahun.

Untuk tahun 2018, Kementan RI memberikan fasilitas peningkatan produksi jagung di Sulbar seluas 199,5 ribu hektar untuk 5,574 kelompok tani (Poktan) di enam kabupaten di Sulbar.

Sebanyak 199,5 ribu hektar tersebut, masing-masing Mamuju; 50 ribu hektar untuk 1,347 Poktan, Majane; 22 ribu hektar untuk 773 Poktan, Mamasa; 21,4 ribu hektar untuk 1,330 Poktan.

Sementra Pasangkayu; 23 ribu hektar untuk 527 Poktan, Poman; 32 ribu hektar untuk 789 Poktan dan Mamuju Tengah; 50 ribu hektar untuk 799 Poktan.

"Khusus di Pasangkayu ini, kami sangat senang karena disini banyak air, karena dekat sungai, sehingga kami ingin semua yang di daerah sungai besar ini, petaninya berproduksi,"kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, saat menghadiri panen jagung seluas 300 hektar di Desa Lariang, Kecmatan Tikke Raya, Pasangkayu, Rabu (31/10/2018).

Olehnya, kata Amran, Kementan RI memberikan bantuan peket, berupa bibit jagung, alat pompa air yang dilengkapi dengan mesin pertanian sehingga petani bisa berproduksi lebih besar.

"Ini akan memicu peningkatan pendapatan masyarakat, bahkan bisa naik sampai tiga kali lipat. Yang penting yang ada di daerah kawasan Sungai Lariang ini, itu memanfaatkan secara optimal, jangan biarkan air mengalir begitu saja kelaut tampa dimanfaatkan,"ujarnya.

"Target produksi jagung nasional kita akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Karena sekarang kita sudah ekspor,"tambahnya.

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

 
Penulis: Nurhadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved