Dua Bulan Menunggak, Meteran Listrik Hotel Milik Pemprov Sulsel Terancam Dicabut PLN

Kerugian yang dialami Perusda Sulsel saat ini telah tercium oleh Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah.

Dua Bulan Menunggak, Meteran Listrik Hotel Milik Pemprov Sulsel Terancam Dicabut PLN
HANDOVER
Petugas PLN itu datang untuk menyampaikan tagihan listrik Hotel Grand Sayang yang menunggak sejak dua bulan lalu. 

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Kabar buruk datang bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Pada Selasa (30/10) siang, salah satu asetnya disambangi petugas PLN.

Petugas PLN itu datang untuk menyampaikan tagihan listrik Hotel Grand Sayang yang menunggak sejak dua bulan lalu.

Grand Sayang di Jl Manunggal XXII kecamatan Tamalate, Makassar, itu adalah salah satu aset Pemprov Sulsel, yang dikelola oleh Perusahaan Daerah (Perusda) Sulsel.

Baca: Banjir Air Mata, Zaskia Gotik Ungkap Alasannya Belum Menikah, Ternyata karena Sosok Ini, Cek Video!

Baca: Kisah Presenter TV Naiki Lion Air JT 610 Malam Hari Sebelum Kecelakaan: Punya Hak Tanyakan Keamanan

Baca: Perpustakaan Usman Bin Affan UMI Raih Akreditasi A

Front Office Hotel Grand Sayang Jumria mengatakan, petugas PLN ini datang memberitahukan peringatan keras soal tagihan listrik.

"Katanya mau di cabut meterannya dalam pekan ini," kata Jumriah, saat ditemui di Rujab Gubernur Sulsel.

Menurutnya, pembayaran listrik Hotel Grand Sayang itu sebesar Rp 20 juta sebulan.

Sehingga tunggakan terhitung di bulan kedua sebesar Rp 40 juta.

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Halaman
12
Penulis: Saldy
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved