Dalam Sehari Ada 3 Bayi Meninggal di Sulsel

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel telah melakukan audiens ke PKK agar terlibat dalam misi kemanusiaan ini.

Dalam Sehari Ada 3 Bayi Meninggal di Sulsel
Ilustrasi bayi dijual. 

Laporan wartawan Tribun-Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Dinas Kesehatan Sulsel terus berupaya agar angka kematian ibu dan bayi di 24 kabupaten dan kota di Sulsel bisa berkurang.

Upaya Dinas Kesehatan Sulsel yakni melibatkan para istri Bupati se Sulsel, yang juga memegang jabatan sebagai Ketua Tim Penggerak PKK masing-masing ditempat.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Dr Bachtiar Baso mengatakan, pihaknya telah melakukan audiend kepada Ketua PKK Sulsel Liestiaty Fachrudin agar para Ketua PKK di daerah turut terlibat dalam misi kemanusiaan ini.

Hal tersebut kata dr Bahtiar pun direspon oleh Ketua PKK Sulsel. Rencana kerjasama ini akan dikuatkan dalam Memorandum Of Understanding (Mou) yang akan berlangsung pada 12 November mendatang atau pada Hari Kesehatan Nasional tahun 2018.

Baca: Garnita Parepare Minta Polisi Serius Tangani Kasus Pembuangan Bayi

Baca: Kasus Bayi Dibuang di Parepare, Kapolres: Sudah Ada Gambaran Terduga

Ia menjelaskan, alasan melibatkan Ketua PKK atau istri para Bupati dan Walikota karena memiliki power dalam memberikan pertimbangan kepada kader PKK disetiap kelurahan hingga desa.

Selain itu, aspirasi para Ketua PKK ia yakini mendapatkan respon kepada kepala daerah, sehingga mampu memberikan gerakan massif dalam melakukan pencegahan, hingga penanganan kepada ibu yang sedang hamil dan usai hamil.

"Saya yakin, dengan keterlibatan ibu Bupati pasti berdampak besar pada misi ini," katanya.

Penanganan kematian ibu dan anak pasca hamil dan melahirkan harus menjadi perhatian seluruh elemen, pasalnya ini berdampak pada pembangunan generasi bangsa.

"Salah satu indikator suksesnya pemerintahan itu jika angka kematian ibu dan bayinya bisa tertangani dengan baik. Standar pelayanan kita juga disitu. Kita harus malu jika terjadi kematian ibu dan bayi," kata dr Bahtiar.

Baca: Warga Takandeang Mamuju Dihebohkan Penemuan Mayat Bayi Dekat Jembatan Bolong

Baca: Bayi Usia 3 Hari Dijual Rp 3,8 Juta Via Instagram

Dari catatan Dinas Kesehatan Sulsel, angka kematian bayi di Sulsel lebih besar dibandingkan ibu.

Dalam setiap hari, rata rata dilaporkan ada bayi yang meninggal dunia. Sedangkan untuk kematian ibu itu tercatat hanya 1 atau 2 orang didalam jangka waktu tiga hari.

"Jadi kematian bayi lebih rawan dibandingkan ibunya. Bayi sendiri itu setiap hari ada, sedangkan ibu ya bisa tiga atau empat hari baru ada lagi laporan kematiannya," ujar Bachtiar.

Penyebab ibu dan bayi yang meninggal dunia rata-rata disebabkan karena hipertensi dan pendarahan.

* Data Dinkes
- Kematian Ibu: 1 orang dalam kurung waktu tiga sampai empat hari.
- Kematian Bayi : 3 perhari.
- Total kematian Ibu di 2018: 102 hingga September 2018
- Total kematian bayi 2018: 870 orang hingga September 2018.
- Kematian Ibu 2017: 115
- Kematian Bayi 2017: 1059.
- Kematian Ibu 2016 : 156
- Kematian Bayi : 1183.
- Penyebab kematian : Hipertensi dan pendarahan.(*)

Penulis: Saldy
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved