Timsel KPU Cari Komisioner yang Bisa Selesaikan Masalah

Setiap peserta calon anggota KPU diberikan waktu 30 menit untuk menjawab pertanyaan lima timsel

Timsel KPU Cari Komisioner yang Bisa Selesaikan Masalah
abdiwan/tribuntimur.com
Timsel KPU daerah di tujuh kabupaten/kota di Sulsel menggelar jumpa pers di Aula Kantor KPU Sulsel, Jl AP Pettarani, Makassar, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Abdul Aziz Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tim Seleksi (Timsel) calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar, Kota Parepare, dan Kabupaten Enrekang akan menggelar tes wawancara bagi calon komisioner, Senin (29/10/2018).

Tes terakhir atau tes mencari 10 besar calon anggota KPU Makassar, Parepare, dan Enrekang itu dilaksanakan di Hotel Pafe, Jl Pelita Raya, Makassar pada pukul 08.00 wita.

"Besok timsel I dan II akan melakukan tes tahapan akhir, wawancara calon anggota KPU. Tes wawancara digelar selama empat sampai lima hari. Jadi sampai hari Jumat kita lakukan wawancara," kata Ketua Timsel KPU Zona II Sulsel, Hasrullah, Minggu (28/10/2018) malam.

Hasrullah menambahkan, setiap peserta calon anggota KPU diberikan waktu 30 menit untuk menjawab pertanyaan lima timsel.

Baca: Timsel KPU Kabupaten/Kota di Sulsel Diminta Steril

"Jadi setiap calon menghadapi lima timsel. Mereka akan menjawab pertanyaan yang sudah disusun oleh timsel," jelasnya.

Hasrullah menegaskan bahwa Makassar, Parepare, dan Enrekang masing-masing punya konflik politik sebelumnya.

"Dinamikanya kemarin cukup tinggi. Karena itu kami punya komitmen untuk menghasilkan anggota KPU yang bisa bekerjasama dengan tim mereka," tegas Hasrullah.

"Jadi tanggal 6 kita sudah serahkan 10 nama ke KPU RI, nanti pusat yang tentukan atau putuskan siapa yang menjadi anggota KPU. Kita berupaya merengking mana yang terbaik nantinya," tambah Hasrullah.

Baca: 2 Petahana Lolos Seleksi KPU Makassar, Ini Kata Timsel

Bagi Hasrullah, menjadi anggota KPU Makassar, Parepare dan Enrekang bukan menjadi pegawai negeri. Sehingga yang ditonjolkan adalah kemampuan publik, disamping itu memiliki leadership yang baik.

"Jadi tidak seperti kemarin. Ada konflik tidak bisa diselesaikan, malah memperbesar konflik itu," ungkap Hasrullah.(ziz)

Penulis: Abdul Azis
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved