Tribun Wiki

TRIBUNWIKI: Data Perkembangan Proyek Kereta Api Makassar-Parepare, dan Nama 23 Stasiunnya

Seperti dilansir website resmi KPPIP yang diupdate 19 Oktober 2018, berikut data perkembangan proyek kereta api Makassar ke Parepare

TRIBUNWIKI: Data Perkembangan Proyek Kereta Api Makassar-Parepare, dan Nama 23 Stasiunnya
MUH ABDIWAN
Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Syahrul Yasil Limpo melakukan Roadshow di jalur rel kereta api di Kabupaten Barru, Sulsel, Jumat (10/11/2017). Syahrul menumpang gerbong kereta api bersama sejumlah pimpinan Forkopimda menempuh 16 kilometer rel yang selesai dan dapat dilewati oleh kereta api ini. tribun timur/muhammad abdiwan 

Makassar, Tribun - Jalur kereta api Makassar-Parepare adalah jalur sepanjang kurang lebih 145 kilometer ini merupakan tahap pertama dari pembangunan jalur kereta api Trans-Sulawesi dari Kota Makassar menuju Kota Parepare.

Proses peletakan batu pertama pembangunan kereta api lintas Makassar-Parepare dilaksanakan pada Senin, 18 Agustus 2014 di Desa Siawung, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru.

Pemasangan rel pertama telah dilakukan pada Jumat, 13 November 2015 di Desa Lalabata, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru.

Baca: Gubernur Nurdin Abdullah: 2021 Kereta Api Makassar-Parepare Rampung

Baca: VIDEO: Begini Gaya Nurdin Abdullah saat Uji Coba Kereta Api di Barru

Pemasangan rel disaksikan oleh Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Hermanto Dwiatmoko dan Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo.  Jalur kereta ini diujicobakan untuk pertama kali pada tanggal 10 November 2017 yang lalu.

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (NA) melakukan peninjauan proyek Rel Kereta Api (RKA) Trans Makassar Parepare di Pekkae, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Jum'at (26/10).
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (NA) melakukan peninjauan proyek Rel Kereta Api (RKA) Trans Makassar Parepare di Pekkae, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Jum'at (26/10). (saldy/tribuntimur.com)

Jalur kereta api ini pada awalnya dibangun jalur tunggal, tetapi lahan yang disiapkan dapat dibangun jalur ganda. Jalur ini direncanakan mempunyai 23 stasiun yang akan dibangun sebagai pemberhentian kereta api.

Ada 23 stasiun yang terdapat di jalur ini yaitu:

  1. Stasiun Tallo (Makassar)
  2. Stasiun Parangloe
  3. Stasiun Mandai
  4. Stasiun Maros
  5. Stasiun Pute
  6. Stasiun Lempangan
  7. Stasiun Pangkajene
  8. Stasiun Bungoro
  9. Stasiun Labakkang
  10. Stasiun Ma'rang
  11. Stasiun Segeri
  12. Stasiun Mandale
  13. Stasiun Tanate Rilau
  14. Stasiun Barru
  15. Stasiun Garongkong
  16. Stasiun Pelabuhan Garongkong
  17. Stasiun Takalasi
  18. Stasiun Soppengriaja
  19. Stasiun Palanro
  20. Stasiun Malusetasi
  21. Stasiun Kupa
  22. Stasiun Lumpue
  23. Stasiun Soreang

Seperti dilansir website resmi Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas yang diupdate 19 Oktober 2018, berikut data perkembangan proyek kereta api Makassar ke Parepare

DESKRIPSI PROYEK
Proyek Kereta Api Makassar – Pare Pare sepanjang 144 km merupakan bagian dari jaringan kereta api Trans Sulawesi yang akan menghubungkan seluruh Pulau Sulawesi.

SIGNIFIKANSI PROYEK
Merupakan sarana perkerataapian Sulawesi Selatan dimana dapat berperan sebagai sarana transportasi yang mampu mendukung permintaan angkutan penumpang dan perpindahan barang. Jalur kereta api akan menghubungkan pelabuhan di Parepare dan di Makassar.

STATUS PERKEMBANGAN PROYEK

  • Per 11 Juli 2018, pekerjaan konstruksi yang sedang berjalan di Kabupaten Barru sudah mencapai 84,72%
  • Kemajuan konstruksi jalur sepanjang 47,65 km mencapai 79%,
  • Konstruksi telah berjalan dengan kemajuan penyelesaian sepanjang 16,1 km.
Suasana proyek Rel Kereta Api (RKA) di Desa Ajjakkang, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, yang diabadikan menggunakan kamera drone Tribun Timur, Senin (13/11/2017). Progres pembangunan Rel Kereta Api (RKA) di Barru secepatnya akan diselesaikan sepanjang 47 tujuh kilometer dari Pekkae menuju pelabuhan Garongkong  dengan anggaran yang disiapkan pemerintah sebesar Dua Triliun Rupiah .TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Suasana proyek Rel Kereta Api (RKA) di Desa Ajjakkang, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, yang diabadikan menggunakan kamera drone Tribun Timur, Senin (13/11/2017). Progres pembangunan Rel Kereta Api (RKA) di Barru secepatnya akan diselesaikan sepanjang 47 tujuh kilometer dari Pekkae menuju pelabuhan Garongkong dengan anggaran yang disiapkan pemerintah sebesar Dua Triliun Rupiah .TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)

Proyek KA Makassar – Parepare melingkupi kegiatan pembangunan, pengoperasian, perawatan prasarana yang terbagi menjadi 6 (enam) segmen, yaitu Segmen A, Segmen B, Segmen C,Segmen D, Segmen E dan Segmen F dengan rincian sebagai berikut:

  1. Pembangunan prasarana dan pengadaan fasilitas operasi Segmen A,B,C,D dan E akan dibiayai melalui APBN.
  2. Segmen B,C,D dan F juga akan dibiayai melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (“KPBU”).
  3. Ruang lingkup KPBU secara umum mencakup:
  4. Pengoperasian dan perawatan prasarana Segmen B, C dan D sepanjang 107,1 Km.
  5. Pembangunan, pengoerasian dan perawatan prasarana dan fasilitas oeprasi Perkeretaapian siding track Segmen F sepanjang 13.9 Km.
  6. Pengadaan peralatan perawatan sarana untuk depo dan balai yasa yang berlokasi di Stasiun Maros pada KM 18+500
  7. Penyerahan kembali seluruh aset Proyek kepada Kementerian Perhubungan.
  8. Masa perjanjian Proyek KA Makassar – Parepare diindikasikan untuk jangka waktu 20 (dua puluh) tahun.
  9. Pengembalian investasi bagi Badan Usaha Pelaksana Proyek KPBU Jalur Kereta Api Makassar – Parepare ditetapkan dengan skema pembayaran ketersediaan layanan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan
  10. Pelaksanaan Proyek KA Makassar – Parepare akan dilakukan proses pengajuan penjaminan infrastruktur kepada PT Penjaminan Infrastruktur (Persero) sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
  • Untuk lahan yang dibebaskan, Balai Perkeretaapian telah membebaskan sepanjang 43 km dari total rute yang ada.

Balai Perkeretaapian Sulawesi Selatan optimistis mampu menyelesaikan proyek kereta api Makassar-Parepare pada tahun 2020.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Balai Perkeretaapian Sulawesi Selatan Nur Setiawan Sidik, saat Focus Grup Discusion (FGD) yang berlangsung di Hotel Claro, Jl AP Pettarani, Makassar, Rabu (18/7).

Nur Setiawan mengatakan, di tahun 2018 ini pihaknya sementara melanjutkan pengerjaan konstruksi dan pembebasan lahan lanjutan dari tahun 2017 lalu.

Penulis: Ina Maharani
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved