PSM Makassar
Sisa 7 Pertandingan, CEO PSM: Pluim Cs Jangan Pernah Terlena!
Apalagi Persija punya keunggulan satu laga tunda melawan Persela Lamongan
Penulis: Alfian | Editor: Insan Ikhlas Djalil
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Liga Indonesia 1 2018 hanya tersisa tujuh laga. Secara hitung-hitungan, enam tim memiliki peluang mengangkat trofi di akhir musim.
Hingga pekan ke-27, peluang terbesar berada di tangan PSM Makassar (50 poin), Persija Jakarta (45), dan Persib Bandung (45).
Apalagi Persija punya keunggulan satu laga tunda melawan Persela Lamongan.
Menghadapi sengitnya perburuan titel juara, CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin, mengingatkan Wiljan Pluim dan kawan-kawan terus fokus menghadapi tujuh laga tersisa.
Appi, panggilan akrab Munafri Arifuddin, berharap seluruh pemain PSM tidak pernah lengah sedikit pun.
Terutama menghadapi laga terdekat di kandang Madura United, Senin (29/10/2018).
Menurutnya, kemenangan lawan Persib Bandung 1-0 di Stadion Mattoanging pada pekan ke-27 yang menempatkan PSM di puncak klasemen dan jalur juara, patut disyukuri.
Mengenai peluang juara, Appi meminta para pemain menjadikannya motivasi untuk memberikan kemampuan terbaik pada tujuh laga sisa.
“PSM masih dalam trek juara. Hitungan matriks kami, memang alurnya begini, sehingga tidak boleh lengah sedikit pun," kata Appi, kemarin.
Ia meminta seluruh pihak secara serius ikut mengawal PSM agar bisa meraih kemenangan demi kemenangan.
Selama putaran kedua musim ini, PSM belum terkalahkan. Termasuk enam kemenangan beruntun.
"Kami selalu mengatakan bahwa setiap pertandingan PSM adalah partai final. Semua pertandingan PSM harus bigmatch di kandang maupun di luar kandang,” tegasnya.
“Saya sampaikan ke pemain, tidak boleh ada yang terlena. Tidak boleh ada yang santai-santai. Semakin kedepan, semakin tinggi dan terjal bukit yang kita daki," tambahnya.
Apalagi, semua calon lawan PSM sekarang sangat termotivasi untuk mengakhiri tren positif tim besutan Robert Rene Alberts.
Presiden Red Gank, Sul Dg Kulle, mengemukakan harapan serupa. Menurutnya, dalam masa krusial ini, apapun bisa terjadi.
Bukan hanya persoalan teknis permainan, tetapi juga non-teknis.
“Soal strategi serahkan ke tim pelatih. Soal lain-lainnya, biarkan manajemen mengerjakan tugasnya. Begitupun suporter, agar terus menjaga atmosfer dukungan dan menghindari hal-hal yang bisa merugikan,” kata Sul.
“Pada intinya mariki sama-sama jaga PSMta dari hal-hal yang bisa merugikan,” tambahnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/liga-1_20181027_033726.jpg)