Distribusi PDAM Berhenti di Mandai Maros, Warga Gunakan Air Galon

Untuk memenuhi kebutuhannya, warga Bontoa terpaksa menggunakan air galon.

Distribusi PDAM Berhenti di Mandai Maros, Warga Gunakan Air Galon
HANDOVER
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Distribusi air PDAM di beberapa pemukiman di Kecamatan Mandai, Maros, kembali bermsalah.

Sudah dua hari berturut-turut air berhenti mengalir, Jumat (25/10/2018).

Seperti yang terjadi di Kelurahan Bontoa dan Kampung Bugis. Warga kesulitan mendapat air bersih.

Untuk memenuhi kebutuhannya, warga Bontoa terpaksa menggunakan air galon.

Setiap hari, warga mengeluarkan uang minimal Rp 20 ribu, untuk membeli empat air galon.

Baca: GP Ansor Desak DPRD dan Pemkab Maros Bahas Krisis Air Bersih di RKA 2019

Baca: VIDEO: Kiai Sanusi Baco Ajak Puang Makka Masuk Ruangan Khusus Pesantrennya di Maros

Seorang warga Bontoa, Nadi mengeluhkan berhentinya distribusi air tersebut. Dua hari terakhir, cucian pakaian dan piringnya menumpuk.

"Saya terpaksa gunakan air galon. Tidak ada cara lain. Kita terpaksa keluarkan uang untuk beli air galon. Tidak ada cara lain. Biar setetes yang keluar dari krang, tidak ada juga," katanya.

Dia berharap, PDAM mencarikan solusi krisis air yang kerap melanda Maros.

Selama ini, PDAM belum memberikan solusi, padahal masalah air menjadi langganan bulanan.

Halaman
12
Penulis: Ansar
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved