Ketua PCNU Parepare Dilobi Arfah Siddiq, Dorong Puang Makka dalam Konferwil

Mereka berdua menyampaikan programnya kala menjadi ketua Tanfidziyah PWNU Sulsel.

Ketua PCNU Parepare Dilobi Arfah Siddiq, Dorong Puang Makka dalam Konferwil
handover
Ketua Tanfidziyah NU Parepare, Hannani Yunus (duduk dua kiri). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Pengurus Cabang (PCNU) Kota Parepare, Dr Hannani Yunus, mengakui sudah berkomunikasi dengan dua calon Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama (NU) Sulsel, Syekh Sayyid A Rahim Assegaf Puang Makka dan Dr M Arfah Shiddiq.

Baca: TRIBUNWIKI: NU Sulsel, dari 1930-an Hingga Era Milenial

PWNU Sulsel akan mengadakan Konferensi Wilayah Ke XIII di Kampus UIM, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Sulsel, Jumat-Ahad (26-28/10/2018).

"Baru dua orang yang komunikasi dengan saya, dan saya belum mau ungkapkan dukungan saat ini nanti di Konferwil," katanya, Kamis (25/10/2018).

Baca: Jelang Konferwil PWNU Sulsel, PCNU Gowa Belum Bersikap

Ia mengungkapkan, mereka berdua menyampaikan programnya kala menjadi ketua Tanfidziyah PWNU Sulsel.

Arfah menghubungi Dr Hannani melalui Wakil Ketua PWNU Sulsel, Abdul Rahim P Sanjata. "Kalau Puang Makka, saya yang ikut mendorong beliau maju," ujar Hannani.

Ia menjelaskan, NU butuh pemimpin yang mengembalikan organisasi ulama ini sebagai gerakan pendidikan.

"Saat ini, kita harus kembali sebagai gerakan pendidikan, NU kuat di masa lampau karena gerakan pendidikan melalui pesantren. Saat ini, kita butuh pemimpin yang bisa mensupport pendirian lembaga pendidikan di masing-masing cabang," katanya.

Ia pun mengakui, saat ini NU Parepare tak punya pesantren.

Baca: Ini Mekanisme Pemilihan Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziah PWNU Sulsel

"NU adalah organisasi besar, tapi yang membuat besar itu adalah gerakan pendidikannya, kalau kita hanya urus organisasi tanpa berperan kepada masyarakat maka itu hanya akan timbul tenggelam," katanya.

Ia pun sedih melihat masyarakat yang selalu terkena doktrin anti NKRI.

"Semakin banyak gerakan yang anti NKRI, dan itu sangat berbahaya, NU harus turun ke masyarakat untuk menyadarkan mereka supaya cinta kepada NKRI. Kita semua bisa melihat itu di sekitar kita," katanya.

Sehingga, dia menganggap ketika NU tak mengurusi masyarakat maka siap-siap ditinggalkan.(*)

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved