Disdik Maros Janji Penuhi Tuntutan Operator Sekolah
Hal tersebut merupakan tanggapan Arman dengan adanya aksi mogok kerja 400 operator sekolah.
Penulis: Ansar | Editor: Mahyuddin
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Maros, Arman Arsyad, berjanji akan memenuhi tuntutan 400 operator sekolah, Kamis (25/10/2018).
Semua operator yang mogok kerja, sejak empat hari lalu, segera dibuatkan Surat Keputusan (SK) Bupati, sebagai pegangan.
Arman meminta supaya, Forum Operator Pendataan Pendidikan Seluruh Indonesia (FOPPSI) melakukan pengumpulan berkas di setiap kecamatan, untuk diteruskan ke Sub Program.
"Kami juga akan buatkan SK. Tinggal teman-teman yang ada di kecamatan yang merekap dan mengumpulkan berkasnya. Nanti diteruskan ke Sub Program," katanya.
Baca: Tuntut SK Bupati, 400 Operator Sekolah Maros Mogok Kerja
Hal tersebut merupakan tanggapan Arman dengan adanya aksi mogok kerja 400 operator sekolah.
Tanpa operator, penginputan berkas atau data disejumlah sekolah akan terganggu. Tugas tersebut akan diambil alih oleh guru.
"Mogok kerja operator ini akan berdampak pada proses belajar mengajar. Guru yang seharunya fokus mengajar, akan ambil alih tugas operator," katanya.
Sebelumnya, perwakilan FOPPSI), mendatangi kantor Dinas Pendidikan Maros.
Baca: Diupah Rp 250 Ribu Per Bulan, 400 Operator Sekolah di Maros Mogok Kerja
Mereka menuntut supaya Disdik juga mengeluarkan SK seperti yang dilakukan ke sejumlah guru honorer di Maros.
SK Bupati tersebut sebagai pegangan atau legalitas statusnya dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros.(*)