Akbar Ampuh Bunuh Diri di Penjara

7 Fakta Sepak Terjang Akbar Ampuh Sebelum Bunuh Diri di Penjara

Kematiannya hanya berselang setelah kasus pidana keempatnya, -pembunuhan berencana

7 Fakta Sepak Terjang Akbar Ampuh Sebelum Bunuh Diri di Penjara
Akbar Ampuh 

 Fakta ‘Kehebatan’ Akbar Ampuh Sebelum Bunuh Diri di Penjara

 MAKASSAR, TRIBUN — Akbar Dg Ampuh alias Rangga alias Angga (32 tahun), gembong narkoba sekaligus terpidana mati mastermind (otak) pembunuhan satu keluarga (6 orang) di Jl Tinumbu 166 B, Kelurahan Lembo, Kecamatan Ujungpandang, Makasssar, diduga tewas bunuh diri di ruang sel isolasi Blok I/1 Khusus Tahanan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Makassar, Jl Sultan Alauddin, Rappocini, Kota Makassar, Sulsel, Senin (22/10/2018) sekitar pukul 09.00 wita, pagi.

Mayat Akbar ditemukan sipir sebelum jadwal sarapan pagi di Lapas. Akbar tertelungkup di undakan tangga jamban kamar isolasinya. Dia berkaos putih dan celana puntung selutut. Terali baja melilit di lehernya. Lidahnya menjulur. 

Ujung borgol ‘napi isolasi’ ini mengikat di kaki kanan, ujung lain di tangan kiri.

Baca: Begini Cerita Akbar Ampuh Tewas di Ruang Isolasi Lapas Kelas 1 Makassar, Siapa yang Temukan?

Di lantai tahanan, sipir menemukan sarung, dan songkok, dan sajadah yang mengarah ke kiblat.

Di sisi kanan sajadah ada dua rantang plastik bersusun, di sisi kiri dua botol air mineral ‘Aqua, dan minyak urut dalam botol obat batuk. 

 Kematiannya hanya berselang setelah kasus pidana keempatnya, -pembunuhan berencana— sementara dalam tahap penyusunan akhir berita acara penuntutan di Kejaksaan Negeri Makassar.

Rencananya, awal November 2018, mendatang, Akbar akan menjalani tahap pertama sidang pembacaan tututan di Pengadilan Negeri Makassar.

Baca: Foto-foto Akbar Ampuh, Otak Pembunuhan Satu Keluarga di Makassar yang Meninggal di Lapas

Kepolisian mengenakan Pasal 340 KUHP atau 340/187 (3) tentang pembunuhan berencana kepada Akbar Dg Ampuh alias Rangga (32) dan lima tersangka lainya. Ancamanya paling lama seumur hidup atau hukuman mati.

 Tiga hari sebelum mayatnya ditemukan sipir Lapas Gunungsari, Jumat (19/10/2018) pagi, istri almarhum, Annisa (25) dan putrinya yang masih 5 tahun, datang membezuk Akbar, setelah 31 hari pria bertato seluruh badan ini berstatus “narapidana terlarang dibezuk”. Ternyata ini jadi kunjungan terakhir.

Anggota Forensik Rumah Sakit Bhayangkara memperlihatkan Jenazah Akbar Daeng Ampuh saat dilakukan olah tkp di lapas Kelas 1 Makassar, Senin (22/10). Akbar Ampuh merupakan narapidana narkoba sekaligus otak dari pembakar satu keluarga di Jl Tinumbu, Makassar, beberapa waktu lalu. Akbar Daeng Ampuh ditemukan tewas didalam selnya dengan kondisi terlilit rantai borgol.
Anggota Forensik Rumah Sakit Bhayangkara memperlihatkan Jenazah Akbar Daeng Ampuh saat dilakukan olah tkp di lapas Kelas 1 Makassar, Senin (22/10). Akbar Ampuh merupakan narapidana narkoba sekaligus otak dari pembakar satu keluarga di Jl Tinumbu, Makassar, beberapa waktu lalu. Akbar Daeng Ampuh ditemukan tewas didalam selnya dengan kondisi terlilit rantai borgol. (sanovra/tribuntimur.com)

Usai diotopsi di RS Polri Bhayangkara Jl Brigjen Mappauddang, Makassar, Senin (22/10/2018) petang, jenazah ayah satu putri ini, dibawa ke rumah kerabatnya di sebuah rumah dekat kampung tanggul Sungai Jeneberang, Jl Dg Tata, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, selatan Kota Makassar.

Selasa (23/10/2018) siang ini, jenazah putra sulung Sangkir Dg Katti (50) ini dijadwalkan dimakamkan di sebuah kompleks pekuburan komunitas di selatan kota.

 Polisi penyidik Polrestbes Makassar dibantu tim Identifikasi dan Forensik (Inafis) Polda Sulsel, masih mendalami, penyebab kematian.  Apakah murni bunuh diri karena depresi, ataukah ‘dibunuh’.

 Berikut ini, Tribun Timur merangkum setidaknya tujuh fakta kehebatan si lelaki yang di kelangan kerabat dan orang dekatnya dikenal lelaki pendiam dan dingin.

Jenazah Akbar Daeng Ampuh (32) yang meninggal di Lapas Kelas 1 Makassar berada di Ruang Instalasi Forensik Rumah Sakit Bhayangkara untuk divisum, Makassar, Senin (22/10). Akbar Ampuh merupakan narapidana narkoba sekaligus otak dari pembakar satu keluarga di Jl Tinumbu, Makassar, beberapa waktu lalu. Akbar Daeng Ampuh ditemukan tewas didalam selnya dengan kondisi terlilit rantai borgol.
Jenazah Akbar Daeng Ampuh (32) yang meninggal di Lapas Kelas 1 Makassar berada di Ruang Instalasi Forensik Rumah Sakit Bhayangkara untuk divisum, Makassar, Senin (22/10). Akbar Ampuh merupakan narapidana narkoba sekaligus otak dari pembakar satu keluarga di Jl Tinumbu, Makassar, beberapa waktu lalu. Akbar Daeng Ampuh ditemukan tewas didalam selnya dengan kondisi terlilit rantai borgol. (sanovra/tribuntimur.com)
Petugas Inafis Polrestabes Makassar, Dokpol Polda Sulsel bersama penyidik Polsek Rappocini di lokasi. Tersangka pembakaran satu keluarga Akbar daeng Ampuh (32) meninggal, di Lapas Makassar, Senin (22/10/2018).
Petugas Inafis Polrestabes Makassar, Dokpol Polda Sulsel bersama penyidik Polsek Rappocini di lokasi. Tersangka pembakaran satu keluarga Akbar daeng Ampuh (32) meninggal, di Lapas Makassar, Senin (22/10/2018). (TRIBUN TIMUR/DARUL AMRI)
Suasana rekonstruksi kasus pembakaran yang terjadi di Jl Tinumbu 6 Agustus 2018 yang berlangsung di Jl Serui, belakang Polrestabes, Makassar, Selasa (4/9). Gelar rekonstruksi pembakaran enam orang di Jl Tinumbu ini diwarnai dengan teriakan dari pihak keluarga korban saat penyidik menghadirkam dua tersangka. Dua tersangka yang menjadi eksekutor pembakaran satu keluarga di Tinumbu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar ialah Ilham alias Ilo (23) dan Rama (22).
Suasana rekonstruksi kasus pembakaran yang terjadi di Jl Tinumbu 6 Agustus 2018 yang berlangsung di Jl Serui, belakang Polrestabes, Makassar, Selasa (4/9). Gelar rekonstruksi pembakaran enam orang di Jl Tinumbu ini diwarnai dengan teriakan dari pihak keluarga korban saat penyidik menghadirkam dua tersangka. Dua tersangka yang menjadi eksekutor pembakaran satu keluarga di Tinumbu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar ialah Ilham alias Ilo (23) dan Rama (22). (sanovra/tribuntimur.com)
Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Thamzil Thahir
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved