Bawa Kuliah Umum di Polbangtan Gowa, Andriko Noto Susanto Minta Mahasiwa Wujudkan Visi Kementan

Secara singkat Andriko menyampaikan tentang era 4.0 di mana semua orang membicarakannya, termasuk kaitannya dengan visi Kementerian Pertanian.

Bawa Kuliah Umum di Polbangtan Gowa, Andriko Noto Susanto Minta Mahasiwa Wujudkan Visi Kementan
HANDOVER
Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian, Dr Andriko Noto Susanto memberikan Kuliah Umum bagi mahasiswa Polbangtan Gowa, Senin, 22 Oktober 2018. 

TRIBUN-TIMUR.COM. MAKASSAR - Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian, Dr Andriko Noto Susanto memberikan Kuliah Umum bagi mahasiswa Polbangtan Gowa, Senin, 22 Oktober 2018.

Kuliah Umum yang disampaikan di hadapan 400 mahasiswa Polbangtan Gowa ini menyangkut Pendidikan Vokasi dalam Visi Kementerian Pertanian di Era 4.0.

Secara singkat Andriko menyampaikan tentang era 4.0 di mana semua orang membicarakannya, termasuk kaitannya dengan visi Kementerian Pertanian.

Dia menyebutkan, ketika orang dominan menggunakan handphone dalam kehidupan sehari-hari maka di itulah disebut era 4.0.

"Tinggal kita yang memilah apakah handphone tersebut digunakan untuk hal yang bermafaat atau tidak," katanya.

Di hadapan mahasiswa Polbangtan Gowa, Andriko menuturkan, dirinya tidak seberuntung mahasiswa Polbangtan Gowa yang saat ini kuliah dengan biaya pemerintah bahkan dapat pendidikan karakter serta lulusannya didesain untuk menjadi Job Creator.

"Saya harus jauh merantau sampai ke Maluku untuk mengenyam pendidikan, sedangkan kalian adalah orang pilihan yang mengenyam pendidikan yang kurikulumnya didesain untuk menyelesaikan masalah-masalah pertanian." ucapnya.

Dia meminta mahasiswa Polbangtan Gowa mentransformasikan segala hal tentang tujuan yang berbasis pendidikan vokasi.

"Kalian perlu tahu bahwa kalian di sini untuk menyukseskan tujuan dari Pertanian," ujar Andriko.

Dia memaparkan, cita-cita pertanian itu untuk mewujudkan dua hal, pertama adalah pangan yang berdaulat dan yang kedua adalah petani yang sejahtera.

Tetapi antara pangan yang berdaulat dan petani yang sejahtera itu harus saling berinterkoneksi, tidak boleh terpisah-pisah.

Bisa saja terjadi pangannya berdaulat, lalu petaninya tidak sejahtera, atau sebaliknya.

"Tapi kita di sini mendesain keduanya saling interkoneksi dan kalian sebagai mahasiswa Polbangtan ada di dalamnya dan akan mewujudkannya tujuan pertanian tersebut."(*)

Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved