Nurdin Abdullah Minta Perbankan Lirik Pembiayaan untuk Warga Pesisir

Menurutnya, rentenir atau tengkulak yang memberi pinjaman uang secara tidak resmi atau resmi dengan bunga tinggi.

Nurdin Abdullah Minta Perbankan Lirik Pembiayaan untuk Warga Pesisir
saldy/tribuntimur.com
Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menilai pembiayaan yang disalurkan perbankan hanya disebar ke perkotaan.

Tidak hanya itu, kehadiran rentenir masih jadi persoalan.

Hal ini diutarakan mantan Bupati Bantaeng itu, dalam sambutannya di expo literasi dan inklusi keuangan yang digelar Otoritas Jasa Keuangan Regional 6 Sulampua di City of Makassar, Jl Penghibur, Makassar, Sabtu (20/10/2018).

Menurutnya, rentenir atau tengkulak yang memberi pinjaman uang secara tidak resmi atau resmi dengan bunga tinggi.

Pinjaman ini tidak diberikan melalui badan resmi, misalnya perbankan.

Baca: Dongkrak Inklusi Keuangan, OJK Sulampua Gelar Expo di Anjungan Losari

"Makanya, perbankan hari ini harus melirik juga masyarakat di pesisir atau pedesaan dan perkampungan mengingat sektor perekonomian di sana cukup potensial, namun kurang mendapat perhatian pembiayaan," katanya.

Terkait CSR perbankan, Guru Besar Unhas itu berharap, perbankan dapat dikelola sendiri, dengan membuat sebuah kedai pesisir yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.

"Misalnya, CSR menghasilkan bibit rumput laut, nah inikan bisa dikembangkan nelayan kita, untuk meningkatkan produksi. Apalagi nilai ekspor rumput laut kini makin besar, sayangnya di Sulsel ini masih rendah," katanya.

Deputi Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Sarjito menambahkan, survei OJK tahun 2016, indeks literasi keuangan di Sulsel tercatat masih cukup rendah, yaitu 28,36%, sedangkan indeks inklusi keuangan tercatat 68%.

Baca: Bank Indonesia: Komuditas Pertanian Bikin Sulsel Net Inflow

"Tidak jauh beda dengan Indonesia secara umum. Dimana masyarakat tidak pelu paham terkait industri jasa keuangan, langsung menggunakan produknya saja. Dan hal ini pun terjadi di beberapa negara," kata Sarjito.

Sinergi dengan seluruh stakeholder diharapkan dapat meningkatkan indeks literasi dan indeks inklusi keuangan.

"Saya kira itu yang utama. Meski masih banyak rentenir dan sektor usaha belum maksimal membantu masyartakat. Namun perbankan sudah menyalurkan KUR, juga kredit Ultra Mikro, sehingga dalam sinergi ini, jangan sampai ada masyarakat dan UMKM yang ingin akses dan tidak ngerti," katanya.

Dalam expo ini, turut hadir Kepala OJK Regional Sulampua Zulmi, Wali Kota Danny Pomanto, Bupati Bone Andi Fahsar Mahdin Padjalangi.

Bupati Kepulauan Selayar Muh Basli Ali, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, dan Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa. (aly)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved