13 Kg Sabu-sabu Masuk Parepare Dalam Sebulan, Granat Sulsel: Jadi Maskot

Paket narkotika jenis sabu seberat 7 Kg tersebut belum dijelaskan diamankan di mana, dan menangkap berapa pelaku

13 Kg Sabu-sabu Masuk Parepare Dalam Sebulan, Granat Sulsel: Jadi Maskot
TRIBUN TIMUR/MUH HASIM ARFAH
Ketua Granat Sulsel, Jamil Misbach 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Narkotika jenis sabu seberat 7 Kilogram (Kg), berhasil diungkap tim Polda Sulsel di Kota Parepare, Jumat (19/10/2018).

Paket narkotika jenis sabu seberat 7 Kg tersebut belum dijelaskan diamankan di mana, dan menangkap berapa pelaku, tapi internal Polda membenarkan itu.

Alasan Polda Sulsel belum merilis sabu 7 Kg tersebut, karena saat ini penyidik dari Polda dan Polres Parepare masih melakukan pengembangan kasus itu.

"Sebenarnya sabu 7 Kg ini masih ada pengembangan dan mencari bandarnya tapi bocor di media," kata anggota Polda yang enggan disebut identitasnya.

Seeprti diletahui, selama Oktober 2018. Polda Sulsel dan jajaran Polres Parepare telah mengungkap peredaran sabu di wilayah Kota Parepare sebanyal 13 Kg.

Tercatat, pada awal Oktober tanggal 2 dan 5. Tim Resnarkoba menangkap 6 pengendar di wilayah Kota Parepare dan juga menyita 6 Kg narkoba jenis sabu.

Menurut Ketua Gerakan Anti Narkoba (Granat) Sulsel Jamil Misbach, wilayah Parepare jadi salah satu pintu masuk di Sulsel karena masalah infrastruktur.

"Ini masalah infrastruktur di Parepare, dimana ada pelabuhan pelayanan raktyat serta distribusi yang cepat, ini juga ada di beberapa daerah lain," kata Misbach.

Kata Misbach, kasus yang sama juga terjadi di beberapa daerah lain di Sulsel. Yakni pelabuhan Rakyat di Ajjattapareng dan beberapa daerah pelabuhan lainnya.

"Masalah narkoba di Sulsel kan sudah menjelma menjadi bisnis yang sangat-sangat menggiurkan semua kalangan, inilah yang menjadi masalah," lanjutnya.

Misbach menilai, pelabuhan Parepare seakan jadi pelabuhan favorit karena di disinilah barang haram tersebut masuk dari Nunukan dan Tarakan, Kaltara.

Hal ini karena dekat dan agak mudah ke Parepare, demikian pula dari Nunukan jaringan dari Tawau misal cepat, akses penyelundupan melalui jalan tikus.

"Inilah dugaan kemungkinanan menjadi maskot Parepare menjadi kota utama sasaran target sebelum menyebar di Sulsel jadi bisnis," jelas Misbach.

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved