Jawab Keresahan Nasabah Terkait Kurs, Bank Mandiri Gelar Diskusi Bareng Nasabah

Dinamika politik yang sedikit menyerempet persoalan keamanan pun rentan terjadi, mengakibatkan investasi terganggu.

Jawab Keresahan Nasabah Terkait Kurs, Bank Mandiri Gelar Diskusi Bareng Nasabah
fadli/tribuntimur.com
PT Bank Mandiri Kanwil X Sulawesi dan Maluku menggelar Mandiri Economic View dengan menghadirkan ratusan nasabah di Hotel Four Points by Sheraton Jl Andi Djemma, Makassar, Kamis malam (18/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PT Bank Mandiri Kanwil X Sulawesi dan Maluku menggelar Mandiri Economic View dengan menghadirkan ratusan nasabah di Hotel Four Points by Sheraton Jl Andi Djemma, Makassar, Kamis malam (18/10/2018).

Diskusi yang menghadirkan pembicara Direktur, Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulsel Dwityapoetra Soeyasa Besar, Kabagbinopsal Ditreskrimsus Polda Sulsel AKBP Edi Harto, dan moderator Treasury Manager Region X Sulawesi dan Maluku Bagus Wiratman Isattama.

Regional CEO X Sulawesi dan Maluku (Sulama) Bank Mandiri Angga Erlangga Hanafie dalam sambutannya menuturkan, diskusi bertemakan Sulsel Menjawab Fluktuasi Kurs dan Dinamika Politik ini merupakan hasil perbincangannya dengan Dwityapoetra Soeyasa Besar saat pelantikan Gubernur Sulsel.

"Saya tanya ke Pak Poetra, banyak nasabah yang nanya kalau rupiah sampai Rp 15 ribu per dolar AS bagaimana pak? saat itu kan masih Rp 14.900," katanya.

Baca: Bank Indonesia: Komuditas Pertanian Bikin Sulsel Net Inflow

Kata Poetra, sapaan Dwityapoetra Soeyasa Besar, fundamental ekonomi Indonesia kuat.

Sehingga tidak akan terjadi krisis ekonomi bila dolar masih di angka itu.

"Nah follow up dari hal tersebut, kita ingin meyakinkan nasabah bahwa, tifak ada hal kritis dan bahaya saat ini. Maka dari itu kita hadirkan Pak Poetra dari BI untuk menjelaskan itu," kata Angga sapaanya.

Tidak sampai di situ, masalah dinamika politik yang sedikit menyerempet persoalan keamanan pun rentan terjadi, mengakibatkan investasi terganggu.

"Kami hadirkan dari Polda Sulsel, bagaimana keamanan daerah ini," katanya.(*)

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved