CITIZEN REPORTER

Anak-anak Korban Bencana Sulteng Disekolahkan Tanpa Syarat di Kecamatan Luyo Polman

Sejumlah anak-anak usia sekolah yang kini masih bertahan di pengungsiannya di Desa Puccadi Kecamatan Luyo Polewali Mandar akhirnya dititip sekolahkan

Anak-anak Korban Bencana Sulteng Disekolahkan Tanpa Syarat di Kecamatan Luyo Polman
CITIZEN REPORTER
Sejumlah anak-anak usia sekolah yang kini masih bertahan di pengungsiannya di Desa Puccadi Kecamatan Luyo Polewali Mandar akhirnya dititip sekolahkan 

Muh. Aprisandy S

Warga Polewali Mandar

Melaporkan dari Polman

TRIBUN-TIMUR.COM-Sejumlah anak-anak usia sekolah yang kini masih bertahan di pengungsiannya di Desa Puccadi Kecamatan Luyo Polewali Mandar akhirnya dititip sekolahkan di lokasi pengungsian mereka itu.

Bripka Sulkifli Bhabinkamthibmas (Bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat) Polsek Campalagian tengah serius membantu pengungsi korban bencana gempa dan sunami Sulawesi Tengah sebanyak 22 orang kepada media mengatakan, pihaknya kini masih terus menerus memberikan pelayanan terbaik kepada para korban.

Tak terkecuali kepada anak-anak yang sebelumnya sekolah di Sulawesi Tengah untuk sementara waktu dititip sekolahkan di Desa Puccadi Kecamatan Luyo.

“Kami terus-menerus pengupayakan dan berusaha semaksimalnya untuk mendata para korban bencana alam gempa dan sunami Kota Palu, Donggala dan Sigi yang ada Kec.Luyo dan sekitarnya khususnya bagi anak-anak yang masih berusia sekolahpun, kini kita upayakan untuk tetap dapat bersekolah tanpa syarat apapun di Kec.Mapilli Barat dan kec.Luyo,” ujarnya.

Dikatakan Bripka Sulkifli  Bhabinkamthibmas (Bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat) Polsek Campalagian dirinya juga sangat berterima kasih dan mengaku kagum atas kepedulian warga Kecematan Kecamatan Luyo yang tidak henti-hentinya memasok bantuan kepada para korban di lokasi tiap-tiap lokasi pengungsian di kecamatan Luyo, Kecamtan Mapilli dan kecamatan Campalagian .

“Para warga di Kecamatan Luyo akan terus menenerus mengalirkan bantuan baik itu berupa pakaian, makanan, dan air minum, serta menyediakan posko bagi para warga Palu sebagai bukti persauadaraan,” urainya.

Sementara itu, Harimas (43) salah satu korban bencana Sulawesi Tengah yang kini masih berada di Luyo dalam nada miris menuturkan kisahnya beberapa saat usai gempa dan sunami melanda Sulawesi Tengah.

"Semenjak gempa dan sunami itu terjadi, jangankan makanan air bersih saja susah sekali kita dapatkan. Beberapa bantuan logistik yang mengalir pun juga sempat tertahan dalam perjalanannya menuju lokasi bencana. Sehingga sejumlah wilayah di Palu dan Sigi beberapa hari setelah bencana melanda itu tidak langsung mendapatkan bantuan logistik”.

Lanjut dikatakan Harimas, tidak menutup kemungkinan, masih akan ada tambahan pangungsi lagi yang akan berdomisili sementara waktu di Luyo Polewali Mandar.

Hingga kembali normal, Harimas bersama warga lainnya korban gempa dan sunami Sulawesi Tengah saat ini masih berada di Desa Puccadi Kecamatan Luyo.

“Iya kami masih akan tinggal disini sementara waktu, sambari menunggu Kota Palu kembali normal seperti biasanya,"ujarnya.(*)

Penulis: CitizenReporter
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved