15 Lembaga Pendidikan Semarakkan Athirah Edufair 2018

Athirah Edufair 2018 bertajuk, Imagine, Beliave and Achieve, menghadirkan 15 perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

15 Lembaga Pendidikan Semarakkan Athirah Edufair 2018
HANDOVER
Manajemen Sekolah Islam Athirah menggelar Edufair 2018 di auditorium sekolahnya, Jl Kajolalido, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (17/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Sukmawati Ibrahim

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Manajemen Sekolah Islam Athirah menggelar Edufair 2018 di auditorium sekolahnya, Jl Kajolalido, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (17/10/2018).

Ketua Pantia Athirah Edufair 2018 Khairul Tamimin mengatakan, kegiatan itu merupakan agenda tahunan Sekolah Islam Athirah.

"Tahun ini sudah memasuki tahun kelima penyelenggaraan," katanya via rilis kepada TribunTimur.com, Rabu (17/10/2018).

Athirah Edufair 2018 bertajuk, Imagine, Beliave and Achieve, menghadirkan 15 perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

Selain itu, lembaga pendidikan, antara lain Universitas Multimedia Nusantara, Sun English, Golden Gate Education, University of Hertfordshire UK, Tokyo.

Baca: Siswa SMA Islam Athirah Bukit Baruga Studi Lapangan ke Monumen Pancasila Sakti

International University, Telkom University, Universitas Pertamina, Swiss German University, Universitas Prasetiya Mulya, LaSalle

Collage, Exzellenz Institut, Binus University, ELC Education, Arva School of Fashion dan Spitze Studium.

Menurut Khairul, kehadiran berbagai perguruan tinggi dan lembaga pendidikan ini diharapkan dapat memberikan bekal kepada siswa untuk memilih program studi di perguruan tinggi negeri dan swasta.

"Harapan kami, alumni Athirah nantinya bisa menyebar ke berbagai perguruan tinggi ternama di dalam maupun di luar negeri," ujar guru mata pelajaran Bahasa Inggris tersebut.

Direktur Sekolah Islam Athirah Syamril menuturkan, masa depan adalah masa yang penuh ketidakpastian dengan begitu banyak perubahan yang mungkin kita tidak bisa antisipasi.

Baca: Sekolah Islam Athirah Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Palu dan Donggala

"Untuk bisa menghadapi itu dibutuhkan ilmu yang mumpuni dan kepercayaan diri yang tinggi agar kita tidak semakin tertinggal," katanya.

Ia menambahkan, saat ini sudah memasuki era revolusi industri 4.0 dimana sudah banyak pekerjaan manusia yang digantikan oleh robot.

"Jadi kalian jangan sekedar mau jadi apa, tetapi harus pikirkan kalian bisa buat apa,"ujarnya.(*)

Penulis: Sukmawati Ibrahim
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved