Satgas PRC PB Divif 3 Kostrad Bangun Masjid Darurat di Daerah Balaroa

Satuan Tugas PRC PB Yonif PR 433/JS, Divif 3/ Kostad bersama masyarakat, bangun masjid darurat dan MCK di Perumnas Balaroa

Satgas PRC PB Divif 3 Kostrad Bangun Masjid Darurat di Daerah Balaroa
HANDOVER
Personel TNI bersama masyarakat gotong royong membangun masjid darurat. 

TRIBUNSULBAR.COM, PALU - Satuan Tugas PRC PB Yonif PR 433/JS, Divif 3/ Kostad bersama masyarakat, bangun masjid darurat dan MCK di Perumnas Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Sabtu (13/10/2018).

Satgas PB Divif 3 Kostrad mengirimkan tim, khusus untuk membangun masjid darurat serbaguna untuk membantu korban bencana melaksanakan ibadah di wilayah Perumnas Balaroa.

Dansatgas PRC PB Divif 3 Kostrad Kolonel Inf Josep Tanada Sidabutar, mengatakan, infrastruktur dan fasilitas umum di Palu banyak yang hancur dan porak poranda akibat bencana gempa bumi dan Tsunami, temasuk masjid.

"Kondisi yang dialami para korban bencana gempa bumi dan rsunami di Palu memang sangat memprihatinkan, karena mereka harus memulai dari nol lagi dengan hancurnya rumah-rumah mereka temasuk rumah ibadah, sehingga membangun rumah ibadah sementara,"kata Kolonel Inf Josep Tanada Sidabutar dalam rilisnya yang diterima TribunSulbar.com, Minggu (14/10/2018)

Ia berharap, keberadaan masjid darurat serbaguna yang sedang dibangun ini, selain untuk tempat ibadah, juga bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para korban bencana alam di sekitar Perumnas Balaroa, termasuk untuk sarana pemulihan spiritual dan psikologis.

"Masyarakat dan personel Yonif PR 433/JS, saling bahu membahu membersihkan lokasi yang akan di dibangun mesjid darurat oleh Satgas PB Divif 3 Kostrad," ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, masjid darurat ini dibangun dengan material sederhana, yaitu menggunakan kayu, bambu dan terpal.

"Masjid darurat ini bisa menampung ratusan jamaah agar warga yang menjadi korban gempa, tetap bisa menjalankan kewajibannya di tengah kondisi bencana,"ucapnya.

Sementara di tempat yang berbeda Satgas PB Divif 3 Kostrad juga mengirimkan tim untuk pembuatan MCK di daerah pengungsiah wilayah perumnas Bolaroa.

Dikatakan, selain masalah logistik, tenda, dan obat-obatan persoalan mandi cuci kakus (MCK) juga menjadi masalah bagi para pengungsi korban gempa bumi dan tsunami di Palu dan sekitarnya

Sebab urusan MCK, yang tidak baik sangat berpotensi menimbulkan berbagai penyakit seperti diare dan penyakit kulit.

“Banyaknya pengungsi yang tinggal di tenda darurat tersebut membuat warga rentan akan wabah penyakit yang mengancam kesehatan,"tuturnya. (*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help