Dipukul Oknum Polisi, Mahasiswa Papua Mengadu ke LBH Makassar

Kasus dugaan tindakan penganiayaan mahasiswa yang dilakukan oleh oknum kepolisian, dilaporkan ke LBH Makassar.

Dipukul Oknum Polisi, Mahasiswa Papua Mengadu ke LBH Makassar
HANDOVER
Suasana di ruang kantor LBH Makassar, saat mahasiswa yang diduga mengalami kekerasan oknum kepolisian melapor. (darul/tribun). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kasus dugaan tindakan penganiayaan mahasiswa yang dilakukan oleh oknum kepolisian dilaporkan ke LBH Makassar.

Kasus dugaan penganiayaan di Asrama Mahasiswa Papua Makassar, di Jl Lanto Dg. Passewang, dilapor ke kantor LBH di Jl Pelita 6, Minggu (14/10/2018) subuh.

"Iya kita sudah menerima laporan itu, sementara kita mintai keterangan para korban," kata aktivis Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, Azis Dumpa.

Baca: Empat Aktivis Dianiaya Oknum Polisi di Asrama Mahasiswa Papua Makassar

Saat melapor kasus yang terjadi, Sabtu (13/10/2018) malam, sekitar 22.30 Wita. Empat dari beberapa mahasiswa yang mengalami kekerasan itu juga hadir.

Mereka adalah yang mengalami tindak kelerasan oknum kepolisian, ketua PMII FAI UMI Fahri, Sekjen PPMI Makasaar Imam, serta dua aktivis lain, Amri dan Wildan.

Salah satu korban, Amri mengaku saat kejadian ada sekitar puluhan personel polisi tiba-tiba datang dan langsung menangkap dan menganiaya temannya.

"Ada memang kegiatan kami di asrama mahasiswa papua, sudah selesai dan tiba-tiba mereka masuk dan mengambil satu-satu dari kami," kata Amri di LBH.

Diketahui, peristiwa dugaan dilakukan oknum polisi dari Polrestabes Makassar terjadi saat Panggung pembebasan yang digelar di Asrama Mahasiswa Papua.

Kegiatan ini mengangkat tema "Papua darurat HAM" yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Papua Barat dan Aliansi Mahasiswa Papua di Kota Makassar.

Acara tersebut adalah acara panggung bebas ekspresi, seperti membaca puisi, musik, dan diskusi yang dilaksanakan sejak sore hingga malam hari. (*)

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help