AMPAK Desak Polda Sulsel Segera Tuntaskan Kasus Korupsi Bimtek DPRD Enrekang

Kasus korupsi dana Bimbingan Teknis (Bimtek) DPRD Enrekang tahun anggaran 2014-2015, hingga kini masih bergulir di Polda Sulsel.

AMPAK Desak Polda Sulsel Segera Tuntaskan Kasus Korupsi Bimtek DPRD Enrekang
m azis albar/tribunenrekang.com
Koordinator Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (AMPAK) Enrekang, Iswaldi 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG-Kasus korupsi dana Bimbingan Teknis (Bimtek) DPRD Enrekang tahun anggaran 2014-2015, hingga kini masih bergulir di Polda Sulsel.

Padahal, kasus yang merugikan negara sekitar Rp 855 juta dari total anggaran Rp 3,6 miliar itu sudah bergulir lebih dari setahun yakni sejak 11 maret 2017 setelah adanya penggeladahan kantor DPRD Enrekang.

Bahkan, penetapan tujuh tersangka sudah dilakukan sejak April 2017 lalu, namun hingga kini tak kunjung dilimpahkan ke Kejaksaan.

Untuk itu, Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (AMPAK) mendesak pihak Polda Sulsel untuk segera menuntaskan kasus tersebut.

Menurut Koordinator AMPAK, Iswaldi, seharusnya pihak Polda Sulsel lebih profesional dalam bekerja agar penyelesaian kasus tersebut tak membutuhkan waktu yang lama.

"Kami tidak akan berhenti sampai kasus ini dituntaskan, sangat jelas baik saksi ahli maupun hasil audit dari BPKP sudah sangat kuat untuk dilimpahkan ke Kejati menjadi acuan kepada surat edaran Mendagri nomor 160 tahun 2013 mengenai ketentuan Bimtek DPRD kabupaten/kota," kata Iswaldi, Minggu (14/10/2018).

Ia menegaskan, jika memang Kapolda Sulsel tidak mampu memonitoring anggotanya agar kiranya mengundurkan diri dari posisinya.

Sebab, menurut Iswaldi, sudah jelas sekali di masyarakat bahwa kasus Bimtek DPRD Enrekang sudah di ujung tanduk di tubuh Polda Sulsel.

Apalagi, sudah tiga kali pelimpahan ke Kejati Sulsel, namun Polda Sulsel belum mampu melengkapi berkas perkara kasus tersebut.

"Kami titik beratkan persoalan ini kepada bapak Kapolda Sulsel untuk melakukan pengawalan terhadap anggotanya yang melakukan penanganan pada kasus korupsi ini," ujarnya.

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help