41 Pengungsi di Palopo Sudah Kembali ke Kota Palu

Mereka yang mengungsi ke Palopo, ada yang memang penduduk asli Sulteng, namun adapula pendatang tersebar dibeberapa kelurahan.

41 Pengungsi di Palopo Sudah Kembali ke Kota Palu
hamdan/tribunpalopo.com
Pengungsi Palu di Palopo mendapat bantuan makanan. 

Laporan Wartawan TribunPalopo.Com, Hamdan Seoharto.

TRIBUNPALOPO.COM, WARA - Pasca bencana gempa dan tsunami di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), ratusan korban memilih mengungsi ke Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Mereka yang mengungsi ke Palopo, ada yang memang penduduk asli Sulteng, namun adapula pendatang tersebar dibeberapa Kelurahan.

Setelah beberapa hari di Palopo, puluhan diantara mereka telah kembali ke Sulteng. Mereka kembali setelah menganggap kondisi di Palu sudah mulai aman.

Kepala Dians Sosial Kota Palopo, M Tahir mengatakan, sudah ada puluhan pengungsi di Palopo kembali ke Palu.

“Khusus hari Jumat, ada 21 orang dan Sabtu ini ada 20 pengungsi kembali ke Palu. Dalam perjalanan pulang, mereka masih kita bekali logistik. Sebab persediaan masih ada. Kami ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada mereka yang mempercayakan penyaluran bantuan kepada pengungsi Sulteng, baik indvidu, organisasi maupun instansi pemerintah dan pihak sekolah,” ujar Tahir.

Tahir mengatakan, pungungsi yang datang di Palopo tidak semua menetap, ada ke Makassar, Toraja, Bandung, terbaru ke Sulawesi Tenggara.

Kebanyakan pengungsi akan kembali ke Palu setelah dinyatakan aman, termasuk anak sekolah dan mahasiswa, makanya status mereka di sekolah atau kampus masih siswa atau mahasiswa titipan.

Selain itu, Tahir mengungkapkan, Pemkot Palopo masih tetap menyalurkan bantuan kepada pengungsi Sulteng.

Seperti yang ada di Kelurahan Sambbangpau, 7 orang, 3 diantaranya anak-anak. Untuk di Pajalesang, ada 7 orang 1 siswa SMA dan 1 SD.

Kemudian di Mungkajang ada 6 orang, disana ada 1 orang siswa SMA.

“Insya Alllah, Senin pekan depan, ia akan sekolah di SMAN 1 Palopo,” katanya.

Penulis: Hamdan Soeharto
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help