ICDF dan Fakultas Pertanian Unhas Gelar Pelatihan Penangkaran Benih Padi

Kegiatan ini adalah tindak lanjut dari Program Pengembangan Beras Sulawesi Selatan yang mulai digalakkan tahun lalu

ICDF dan Fakultas Pertanian Unhas Gelar Pelatihan Penangkaran Benih Padi
abdiwan/tribuntimur.com
(Kiri ke kanan) Taiwan technical mission senior specialist dennis hsiang-tai kao, ir. Syamsul arifin Lias,M.Si, prof Dr. Ir. yunus musa dan Dr. Ir. Abd haris bahrun. M.si berfoto disela-sela kegiatan pendidikan dan pelatihan penangkaran benih padi center of excellence (CoE) pembenihan padi yang berlangsung di hotel Grand Imawan Makassar, Sabtu (13/10). Kegiatan ini diikuti perwakilan kelompok tani se-Sulsel. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Lembaga Kerja Sama dan Pembangunan Internasional ICDF bekerja sama Fakultas Pertanian Unhas menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan penangkaran benih padi Center of Excellence (CoE) di hotel Grand Imawan Makassar, Sabtu (13/10).

Melalui pelatihan ini diharapkan petani dapat menghasilkan benih padi berkualitas maupun kuantitas lebih unggul, sekaligus meningkatkan produksi beras sebagai solusi keterbatasan produksi beras.

Kegiatan ini adalah tindak lanjut dari Program Pengembangan Beras Sulawesi Selatan yang mulai digalakkan tahun lalu dan akan berjalan selama tiga tahun ke depan.

Tujuannya, untuk meningkatkan produksi benih dan beras berkualitas.

Para ahli pertanian dari Taiwan akan memperkenalkan sistem pengelolaan sawah dan memberikan bimbingan secara langsung di lapangan, serta menjadikan Universitas Hasanuddin sebagai Pusat Produksi dan Teknologi Benih Padi yang lulus sertifikasi.

Padi, jagung, kacang kedelai, cabai, bawang, gula dan daging adalah makanan pokok yang sedang menjadi prioritas pemerintah Indonesia dan tercantum dalam Strategi Ketahanan Pangan Nasional 2015-2019.

Namun berbagai daerah di Indonesia, termasuk propinsi Sulawesi Selatan sedang menghadapi kendala, yaitu keterbatasan kapasitas produksi beras, kurangnya industri penyedia benih yang memiliki sertifikasi.

Pengadaan benih dan waktu penyemaian padi yang tidak selaras dan masih banyak faktor lainnya yang menyebabkan jumlah produksi padi berkualitas saat panen tidak mencukupi.

ICDF berharap pelaksanaan program ini dapat membantu Indonesia meningkatkan produksi padi berkualitas.(*)

Penulis: Muh. Abdiwan
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help