Tim Porda Jeneponto di Posisi Buncit, Usulkan Renja Rp 66 Miliyar

Kontingen Jeneponto bertengger di posisi ke 24 dari 24 kabupaten kota peserta Porda Sulsel ke-XVI di Kabupaten Pinrang.

Tim Porda Jeneponto di Posisi Buncit, Usulkan Renja Rp 66 Miliyar
TRIBUN TIMUR/MUSLIMIN EMBA
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jeneponto, Edy Irate, saat ditemui di kantor Bupati Jeneponto, Jl Lanto Dg Pasewang, Kecamatan Binamu, Jumat (12/10/2018). 

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Kontingen Jeneponto bertengger di posisi ke 24 dari 24 kabupaten kota peserta Porda Sulsel ke-XVI di Kabupaten Pinrang.

Posisi buncit diraih kontingen Jeneponto, setelah meraih 13 medali, dua emas, dua perak dan sembilan perunggu.

Lalu apa tanggapan kepala Dinas Pemudan dan Olahraga (Dispora) Jeneponto, Edy Irate, terkait capaian itu?

Edy Irate yang ditemui di kantor Bupati Jeneponto, Jl Lanto Dg Pasewang, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Jumat (12/10/2018) mengungkapkan, torehan medali yang diraih kontingen Jeneponto patut diapresiasi.

"Jika dibanding tahun-tahun sebelumnya itu, kita tidak ada apa-apanya. Bayangkan saja, di Porda Bantaeng kemarin kita tidak meraih medali emas, kemarin di Pinrang sudah dapat dua emas, ini sudah ada peningkatan dibanding sebelumnya," kata Edy Irate.

Selain itu, menurut Edy, hasil yang diraih kontingen Jeneponto terbilang cukup memuaskan lantaran dari 26 Cabang olahraga (Cabor) yang dilombakan, kontingen Jeneponto hanya mengikutkan atletnya di 10 Cabor.

"Ini sudah cukup luar biasa pak, karena dari 26 cabor kan kita hanya mengikutkan 10 cabang olahraga, atlet kita mampu meraih 11 medali, ini siginifakan, karena sebelum-sebelummya itu hanya perunggu " ujarnya.

Namun, ia tidak menampik minimnya anggaran untuk pembinaan dan sarana prasarana olahraga di Jeneponto menjadi sebab rendahnya capaian atlet Jeneponto di ajang Porda Sulsel jika dibanding 23 kabupaten kota lainnya.

"Persoalannya, anggaran yang kurang. Kita mau lakukan pembinaan, pembinaan olahraga itu tidak semuda membalikkan telapak tangan, butuh proses, mulai latihannya sarananya semua harus ditunjang," jelas mantan Camat Binamu itu.

Menurutnya, Pemkab Jeneponto melalui Dinas Pemuda dan Olahraga bertanggungjawab dalam peningkatan sarana dan prasaran olahraga. Khusus seleksi atlet KONI Jeneponto bertanggungjawab menyiapkan bibit-bibit atlet yang mempuni.

"Dari beberapa unsur masyarakat, renja (rencana kerja) yang saya usulkan ke banggar Pemda itu Rp 66 milliar. Namun itu kan kembali seperti apa keputusan realisasi anggarannya nanti," ungkapnya. (*)

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved