Tanam Padi Tiga Kali Setahun Penyebab Krisis Air di Maros

Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Maros, Abdul Baddar, Jumat (12/10/2018).

Tanam Padi Tiga Kali Setahun Penyebab Krisis Air di Maros
ansar/tribunmaros.com
Kondisi air bendungan Lekopancing, Tanralili yang mengarah ke pipa PDAM Maros. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Krisis air bersih yang dialami Maros yang berdampak ke Makassar, disebabkan oleh ulah petani yang nekat menanam padi tiga kali setahun.

Padahal, kondisi air Maros, hanya mampu menyuplai masa tanam dua kali.

Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Maros, Abdul Baddar, Jumat (12/10/2018).

Seharusnya, pihak petani tidak memaksakan untuk tanam padi tiga kali setahun. Pasalnya, pada musim ketiga atau mulai Agustus kondisi air bendungan sudah mulai berkurang.

"Kalau musim kemarau, air di Maros hanya mampu menyuplai sekitar 2000 hektare. Sementara, sawah yang ditanami mencapai 6.000 hektare. Baru semuanya berlomba mendapat air," katanya.

Hal tersebut membuat Maros mengalami krisis air hampir setiap tahun. Seharusnya, stok air dibendungan diprioritaskan untuk kebutuhan air minum.

Petani bisa menanam padi dua kali setahun. Musim ketiga bisa digunakan untuk menanam kacang-kacangan atau tanaman yang membutuhkan sedikit air.

"Harusnya musim tanam diselingi dengan menanam palawija atau tanaman yang membutuhkan sedikit air. Kalau padi, pasti membutuhkan air dengan jumlah banyak," katanya.

Dia berharap kepada warga Maros, supaya berdoa meminta hujan. Jika hujan tidak turun pada November mendatang, kondisi air Maros, sangat memprihatinkan.

Penulis: Ansar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved