VIDEO ON DEMAND

VIDEO: Begini Penjelasan AMPSB Pasca Penutupan Tambang di Sungai Bila Sidrap

Andi Kengkeng menambahkan, pengusaha tambang yang telah disegel wajib mereklamasi lahan yang ditelah ditambang

Laporan Wartawan TribunSidrap.com, Amiruddin

TRIBUNSIDRAP.COM, MARITENGNGAE - Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Sungai Bila (AMPSB), Andi Kengkeng mengapresiasi sikap tegas yang ditunjukkan Pemkab Sidrap, dengan menutup tambang di Sungai Bila.

Namun kata dia, Satpol PP dan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup (PRKP2LH) Kabupaten Sidrap, harus mengawasi usaha tambang tersebut pascapenyegelan.

“Meski telah disegel kami akan tetap mengawal, karena mereka pasti akan terus menambang. Pemerintah pun harus tetap mengawasi,” kata Andi Kengkeng, kepada TribunSidrap.com, Kamis (11/10/2018).

Andi Kengkeng menambahkan, pengusaha tambang yang telah disegel wajib mereklamasi lahan yang ditelah ditambang, termasuk memperbaiki jalan PNPM yang juga telah rusak.

“Proses hukum terhadap usaha tambang yang telah merusak harus tetap dilaksanakan, bahkan hingga ke meja hijau,” ujarnya.

Empat usaha tambang yang disegel di aliran Sungai Bila yakni CV Egha, CV Shinta Pratama, CV Bill Boy, dan UD Ahmad.

Simak videonya.

Penulis: Amiruddin
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help