Sebelum Tsunami, Anak dan Cucu Rahman Jualan Es Buah di Pantai Talise Palu

Tiga warga Palu yang hingga kini belum ditemukan adalah pasangan suami istri Alvita (25) dan Riri (19), serta anaknya Fadila (5).

Sebelum Tsunami, Anak dan Cucu Rahman Jualan Es Buah di Pantai Talise Palu
HANDOVER
Abdurahman saat ditemui di Anjungan Pantai Talise, Palu, Kamis (12/10/2018). Abdul Rahman (39), masih berharap anak, menantunya dan cucunya masih hidup pasca tsunami melululantahkan Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada 28 Oktober 2018 lalu. 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gempa disusul tsunami yang terjadi di Palu, Donggala, dan Sigi, Provinsi Sulteng, sudah 13 hari berlalu.

Sudah lebih seribu jenazah korban bencana ini ditemukan.

Ratusan lainnya masih dinyatakan hilang. 

Tiga warga Palu yang hingga kini belum ditemukan adalah pasangan suami istri  Alvita (25) dan Riri (19), serta anaknya Fadila (5).

Ayah Riri, Abdul Rahman (39), masih berharap anak, menantu dan cucunya masih hidup.

"Saya tetap yakin dan selalu berdoa, anak dan menantu serta cucuku bisa ditemukan dalam kondisi selamat," ujar Rahman kepada tribun-timur.com di Anjungan Pantai Talise, Palu, Kamis (12/10/2018).

"Setiap hari kami cari di sejumlah posko pengungsian dan rumah sakit tapi belum kami temukan, tambahnya.

Menurut Rahman, anak dan menantun serta cucunya sedang berjualan es buah di pelataran Pantai Talise yang ramai karena adanya cara Festival Palu Nomoni.

"Biasanya mereka jualan hanya sampai sore, tapi karena hari itu ada festival jualannya sampai malam," ujarnya.

Hari ini, Rahman mengaku telah seharian keliling Palu mencari anaknya.

Dia ditemani saudara dan keponakannya.

Penulis: Hasan Basri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help