Gempa Palu Donggala

Pengungsi Korban Gempa Palu di Luwu Capai 400 Orang

Sebanyak 400 orang pengungsi gempa dan tsunami dari Sulawesi Tengah (Sulteng) di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Pengungsi Korban Gempa Palu di Luwu Capai 400 Orang
desy/tribunluwu
Sebanyak 400 orang pengungsi gempa dan tsunami dari Sulawesi Tengah (Sulteng) di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel). 

Laporan Wartawan tribunLuwu.com, Desy Arsyad

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Sebanyak 400 orang pengungsi gempa dan tsunami dari Sulawesi Tengah (Sulteng) di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Hal tersebut disampaikan Bupati Luwu Andi Mudzakkar, yang kini tengah berada di perjalanan menuju lokasi bencana membawa bantuan logistik, Kamis (11/10/2018).

"Jumlah pengungsi asal Sulteng di Luwu mencapai 400 orang. Saya sudah keluarkan edaran kepada kepala desa agar mencatat semua keluarga yang dilanda bencana di Palu supaya dilaporkan dan selanjutnya akan kita berikan bantuan," ujar Cakka sapaan akrab Andi Mudzakkar.

Cakka menguraikan, 400 pengungsi tersebut tersebar di 22 kecamatan yang ada di Kabupaten Luwu.

Baca: Update Gempa Palu - BNPB: Sudah 2.073 Korban Meninggal Ditemukan Akibat Gempa dan Tsunami Sulteng

"Saat ini semua Puskesmas yang ada di Luwu jadi posko bencana korban gempa Palu," katanya.

Sementara untuk pengungsi yang masih pelajar, Cakka juga sudah menginstruksikan kepada para kepada kepala agar menerima menjadi siswa di sekolah.

"Saya sudah instruksikan juga kepada kepala sekolah agar diterima disemua tingkatan, tidak ada alasan untuk tidak diterima," ucapnya.

Pelaksana tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Lukman mengatakan, dari 400 pengungsi itu, 200 orang di antaranya sudah diberi bantuan.

"Kami menyiapkan empat truk berisi logistik bahan makanan, minuman dan perlengkapan bayi, untuk disalurkan bantuan kepada pengungsi asal Palu dan sekitarnya. Yang belum dapat, segera akan disalurkan," tutur Lukman.(*)

Penulis: Desy Arsyad
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help