Pelukis Fine Art Bangga Karyanya Dipromosikan di F8 Makassar

Tema tersebut dipilihnya karena seorang Bugis-Makassar mempunyai prinsip.

Pelukis Fine Art Bangga Karyanya Dipromosikan di F8 Makassar
fahrisal/tribuntimur.com
Pelukis Komunitas Find Art Space, Amrullah Syam, merasa bangga karya lukisannya dapat dilihat oleh pengunjung Makassar Internasional Eight Festival (F8). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pelukis Komunitas Find Art Space, Amrullah Syam, merasa bangga karya lukisannya dapat dilihat oleh pengunjung Makassar Internasional Eight Festival (F8).

"Suatu kebanggaan, karya kami bisa ditampilkan. Seperti seni rupa tradisional yang dibuat dengan pola, aturan, atau pakem tertentu sebagai pedoman dalam berkarya seni. Bahkan dibuat berulang-ulang tanpa merubah bentuk aslinya,"ujarnya di lokasi F8, Kamis (11/10/2018).

Kali ini, katanya, lukisannya ditemakan "Lakekomae???".

Tema tersebut dipilihnya karena seorang Bugis-Makassar mempunyai prinsip.

"Target lukisan selama 3 hari. Aturan-aturan umum terkait dengan penciptaan bentuk, pola, corak, penggunaan warna, bahan dan ukuran, aspek-aspek berkarya seni seni rupa tradisional misalnya masih dipertahankan secara turun-temurun, dari generasi ke generasi sampai sekarang," tutur Amrullah.

Baca: Target Rp 1 M, Penggalangan Donasi Untuk Palu Dilakukan Hingga Penutupan F8

Sehingga seni rupa bersifat statis, sejak dulu hingga sekarang bentuk dan coraknya tidak mengalami perubahan.

"Kesulitan bikin rangkanya atau acuan. Tapi semua sudah diantisipasi, lantaran kami beranggota tiga orang. Jadi tidak masalah bagi kami,"imbuhnya.

Penanggung jawab Booth Fine Art, Wulan telah menyediakan 20 Booth untuk digunakan para Komunitas Pelukis Makassar, misalnya dari Akkareso Art Fort Roterdam.

"Saya melihat dari pembukaan F8, pengunjung sangat membeludak. Karena sebagian menyukai karya seni dari teman pelukis asal Sulawesi Selatan. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat dipertahankan," ucapnya. (*)

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help