Gempa Palu Donggala

Pascagempa Palu, Tim Riset Tektonik Teliti Gunung Api di Sulawesi

Pihaknya bersama tim dari National Taiwan University sedang mengumpulkan data-data batuan hasil erupsi di beberapa gunung api aktif

Pascagempa Palu, Tim Riset Tektonik Teliti Gunung Api di Sulawesi
HANDOVER
Tim Riset Tektonik dan Magmatisme Pulau Sulawesi, yang merupakan kolaborasi antara Puslitbang Studi Kebencanaan bekerja sama dengan National Taiwan University melakukan pengambilan data di beberapa gunung api aktif di Sulawesi bagian utara, di antaranya Gunung Soputan dan Gunung Lokon, dan Gunung Klabat. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gempa bumi berkekuatan 7,4 SR di Palu, Sulawesi Tengah, pada Jumat 28 September 2018, diduga memicu erupsi Gunung Soputan di Manado, Sulawesi Tenggara.

Untuk mempelajari hal itu, Tim Riset Tektonik dan Magmatisme Pulau Sulawesi, yang merupakan kolaborasi antara Puslitbang Studi Kebencanaan bekerja sama dengan National Taiwan University melakukan pengambilan data di beberapa gunung api aktif di Sulawesi bagian utara.

Di antaranya Gunung Soputan dan Gunung Lokon, dan Gunung Klabat.

Tim ini dipimpin langsung oleh Kapuslitbang Studi Kebencanaan Unhas, Dr Eng Ir Adi Maulana, ST M.Phil, dan Kepala Lembaga Riset Nasional Taiwan bidang Ilmu Kebumian Prof Sun-Lin Chung.

Baca: Gempa Bumi Terus Guncang Indonesia Bagian Timur, Ini Penjelasan Pakar Geologi Unhas

Pengambilan data berlangsung dari tanggal 7-12 Oktober 2018, yang diikuti beberapa peneliti dan mahasiswa dari Universitas Negeri Gorontalo.

"Saya lagi survey dari Gorontalo ke Manado untuk mempelajari aktifitas gunung api yang ada di Sulawesi bagian utara, karena setelah gempa Palu kemarin, Gunung Soputan di Sulawesi Utara aktif dan mengeluarkan debu vulkanik," kata Adi Maulana kepada Tribun Timur, Kamis (11/10/2018).

Ia mengatakan, pihaknya bersama tim dari National Taiwan University sedang mengumpulkan data-data batuan hasil erupsi di beberapa gunung api aktif tersebut tersebut untuk mempelajari pola erupsinya.

"Diharapkan dengan data-data petrologi dan geokimia batuan yang terbaru ini dapat memberikan gambaran sifat erupsinya, apakah semakin eksplosif atau daya ledak tinggi, atau cenderung efusif daya ledak rendah," bebernya.

Adi menjelaskan, hal itu bisa dilihat dari komposisi batuan yang dihasilkan di setiap fase erupsinya, apakah magma cenderung menuju ke sifat asam atau basa.

Baca: Gempa Bumi Hari Ini - Inilah Daerah Rawan Gempa Bumi di Indonesia, Daerah Anda Masuk? Cek

Selain itu kolaborasi riset ini juga mengumpulkan data-data umur batuan hasil erupsi dengan menggunakan data dating atau penanggalan unsur radioaktif yang terkandung pada batuan, untuk mengetahui umur absolut dari erupsinya.

"Semoga riset ini bisa memberikan informasi dalam upaya meminimalkan resiko kebencanaan khususnya bencana erupsi gunung api yang sangat erat kaitannya dengan aktifitas tektonik pulau Sulawesi, dan beberapa bagian lain di Indonesia yang sedang aktif," ucap Adi.

Tentu saja diharapkan juga beberapa hasil riset ini akan menjadi temuan baru sebagai kontribusi bagi bidang keilmuan gunungapi di dunia."(*)

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved