Gempa Palu Donggala

Gempa Bumi Terus Guncang Indonesia Bagian Timur, Ini Penjelasan Pakar Geologi Unhas

Secara regional, gempa-gempa ini memang saling berkaitan satu sama lain.

Gempa Bumi Terus Guncang Indonesia Bagian Timur, Ini Penjelasan Pakar Geologi Unhas
HANDOVER
Kepala Puslitbang Studi Kebencanaan Universitas Hasanuddin, Dr.Eng. Ir. Adi Maulana ST.M.Phil

Laporan Wartawan Tribun Timir, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gempa bumi berkekuatan magnitude 6,4 mengguncang Situbondo, Jawa Timur, Kamis (11/10/2018) dini hari.

Beberapa saat setelah mengguncang Situbondo, gempa bumi kembali terjadi dengan kekuatan 7,0 magnitudo mengguncang Papua Niugini pada pukul 06.48 waktu setempat.

Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat, pusat gempa berada di sekitar 125 km timur dari Kimbe pada kedalaman 40 km.

Tercatat ada guncangan gempa hingga 6,2 magnitudo sebelum dan setelah gempa utama berlangsung.

Terakhir, gempa berkekuatan 3,6 SR mengguncang Palu lagi.

Terkait maraknya gempa bumi yang terjadi belakangan ini, Kepala Puslitbang Studi Kebencanaan Universitas Hasanuddin, Dr Eng Ir Adi Maulana mengatakan, secara regional, gempa-gempa ini memang saling berkaitan satu sama lain.

Baca: Gempa Bumi Hari - Gempa Susulan 3,6 SR Goyang Palu, BMKG Minta Warga Tak Panik

"Secara langsung memang tidak ada kaitannya, tapi secara regional mereka berkaitan satu sama lain, dalam artian ketika gempa Lombok dulu terjadi, ini mereaktivasi semua jalur patahan yang ada di wilayah Indonesia bagian tengah," kata dosen Geologi Unhas ini kepada Tribun Timur. 

"Di Indonesia bagian tengah itu disusun kepingan-kepingan, tak sama seperti bagian barat yang semacam benua besar, di timur itu seperti kepingan yang jika salah satu bergerak akan mengakibatkan pergerakan lempeng lainnya," sambung Adi.

Menurutnya, secara regional, patahan-patahan tersebut berhubugan satu sma lain dimulai dari Lomnok, kemudian mengaktivasi Palu Koro di bagian utara, lalu diikuti Sesar Walennae di Sinjai, Bulukumba, dan terakhir di Situbondo. 

Halaman
12
Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help