Didorong Gubernur Jadi Bank Devisa, Begini Kata Dirut Bank Sulselbar

Dia berharap agar Pemprov Sulsel juga aktif melakukan pendampingan dan merealisasikan dukungan kepada Bank Sulselbar

Didorong Gubernur Jadi Bank Devisa, Begini Kata Dirut Bank Sulselbar
abdiwan/tribuntimur.com
Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah berbincang dengan Direksi Bank Sulselbar saat berkunjung ke Kantor Bank Sulselbar jalan Ratulangi Makassar, Kamis (11/10/2018). Nurdin Abdullah meminta Direksi Bank Sulselbar untuk segera bersiap menjadi bank devisa karena akan banyak investasi asing yang masuk ke Sulsel selama pemerintahannya. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mendorong Bank Sulselbar  beroperasi sebagai bank devisa.

Hqal itu diutarakannya kala bertandang ke kantor bank pendapatan daerah tersebut di Jl Dr Sam Ratulangi Makassar, Kamis (11/10/2018).

Dirut Bank Sulselbar Andi Muhammad Rahmat menuturkan, tahapan menjadi bank devisa memasuki proses eksekusi pada 2019.

"Rencana itu masuk RBB (Rencana Bisnis Bank), mulai kita proses tahun depan karena ini butuh koordinasi dengan regulator juga. Jika memungkinkan terealisais tahun depan kita sudah bank devisa, lebih bagus lagi," ujar Rahmat sapaannya.

Dengan demikian, dia berharap agar Pemprov Sulsel juga aktif melakukan pendampingan dan merealisasikan dukungan agar Bank Sulselbar bisa menjaga tingkat kesehatan bank sebagai persyaratan utama menjadi bank devisa.

Baca: NA Siapkan Opsi Injeksi Modal di Bank Sulselbar

Menurutnya, langkah Gubernur Nurdin Abdullah mendorong pemda se-Sulsel untuk melimpahkan pengelolaan dana kepada Bank Sulselbar sebagai bentuk optimalisasi peran BPD, belumlah cukup.

"Kami juga berharap agar gubernur bisa memfasilitasi agar dana dari BPJS Kesehatan maupun Ketenegakerjaan, lalu dana haji, dan lainnya yang terhimpun di Sulsel sebaiknya ditempatkan di bank daerah, termasuk Bank Sulselbar," katanya.

Jika itu terwujud, maka bisa menjadi solusi menekan angka LDR perbankan di Sulsel yang saat ini mencapai 160 persen.

"Di samping memberikan manfaat yang signifkan bagi perekonomian daerah, termasuk memberikan ruang bagi masyarakat Sulsel mendapatkan pinjamand dengan rate kompetitif," katanya.(aly)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help