4 Fakta Praktik Pesta Seks Tukar Pasangan di Surabaya, Dilakukan 4 Kali, Istri Eko Hamil 8 Bulan

Polda Jatim berhasil membongkar praktik pesta seks bertukar pasangan yang terjadi di Surabaya.

4 Fakta Praktik Pesta Seks Tukar Pasangan di Surabaya, Dilakukan 4 Kali, Istri Eko Hamil 8 Bulan
Ilustrasi Pesta Seks 

Ketiga, pelaku mengajak 2 pasang suami istri berpesta di sebuah apartemen di Surabaya barat.

Keempat, pada akhir September 2018, Eko melakukan pesta seks t******me di sebuah hotel di Jalan Arjuno Surabaya. (*)

Pesta Seks di Malang

Sebelumnya April lalu, Penyidik Unit III Asusila Subdit IV Renakta Ditreskrimsus Polda Jatim juga meringkus pelaku pesta seks tukar pasangan (swinger) di Malang.

Tiga pasutri yang digerebek di sebuah hotel di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang itu resmi dijadikan tersangka dan dijebloskan ke sel tahanan.

Sebelumnya hanya THD saja yang ditetapkan sebagai tersangka.

Pria 53 asal Keputih, Sukolilo Surabaya ini merupakan inisiator pertemuan pesta seks dan pembuat grup WhatsApp.

"Semua tiga pasutri jadi tersangka dan sudah ditahan," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera di Mapolda Jatim, Selasa (17/4/2018).

Selain THD, tersangka lainnya istri dari THD, yaknu RL (49), kemudian pasangan WH (51) dan SS (47), serta pasangan AG (30) dan DS (29).

Ketiga pasutri itulah yang kini meringkuk di sel tahanan Mapolda Jatim setelah digerebek ketika pesta seks dengan cara tukar pasangan di hotel, Minggu (15/4/2018).

Barung menuturkan, swinger itu teryata nyata ada di tengah masyarakat.

"Ini sebuah fenomena yang ada sekarang ini. Sungguh memprihatinkan dan ada komunitsnya," terang Barung.

Mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) ini menuturkan, saat ini penyidik terus mengembangkan kasus swinger ini.

Grup WhatsApp dengan nama sparkling sudah bubar, anggota grup pada keluar.

Semoga mereka tak buat grup baru komunitas swinger lain.

"Penegakan hukum harus dilakukan, ternyata swinger ada di Jatim dan merupakan aktivitas seks menyimpang," ucap Barung.

Barung meminta, penindakan hukum atas prilaku swinger terus dilakukan polisi.

Tapi peran serta masyarakat untuk menjaga supaya tak ada ptilaku seks menyimpang tetap harus dilakukan.

"Ini tak sesuai norma agama, etika dan sosial, tapi nyata ada. Semga tak ada lagi fenomena swinger di masyarakat," harap Barung.

Editor: Ilham Arsyam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved