Sudah Ada 60 Tenaga Honorer K2 Pangkep Daftar CPNS

K2 Pangkep ini tidak perlu lagi mengikuti tes Kompetensi Bidang karena cukup melampirkan SK mengajar selama 10 tahun.

Sudah Ada 60 Tenaga Honorer K2 Pangkep Daftar CPNS
munjiyah/tribunpangkep.com
Sejumlah pelamar K2 Pangkep sedang memasukkan berkas di Kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Pangkep, Rabu (10/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunPangkep.com, Munjiyah Dirga Ghazali

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE - Hingga hari ini, sudah ada 60 tenaga honorer K2 Pangkep yang mendaftar menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Pangkep, Sulawesi Selatan.

"Sampai hari ini sudah ada yang mendaftar online 60 orang dan pemasukan berkas," kata Kepala Bidang Dokumentasi dan Informasi Kepegawaian BKPPD Pangkep, Irawan Makmur kepada TribunPangkep.com, Rabu (10/10/2018).

Dikatakan, honorer K2 Pangkep yang mendaftar tersebut harus melalui beberapa tahapan.

"K2 itu ada prosesnya, jadi mereka harus masuk ke help desk dulu terus dicetak tiketnya kemudian di OK kan sama admin. Setelah itu baru bisa mendaftar, lalu melengkapi berkas yang akan diunggah, lalu membawa bukti berkas fisik ke kami seperti SK mengajar dan persyaratannya," jelasnya.

Baca: Perjuangkan Nasib Honorer K2, IGHI dan Komisi E DPRD Sulsel Bakal Temui Kemenpan

Baca: Legislator PPP: Honorer K2 Sudah Dihapuskan

K2 Pangkep ini tidak perlu lagi mengikuti tes Kompetensi Bidang karena cukup melampirkan SK mengajar selama 10 tahun berturut-turut.

"Para honorer K2 Pangkep ini juga passing grade (nilai ambang batas) tidak sama dengan formasi umum. Passing grade K2 hanya 260 saja sesuai yang diatur Permenpan sementara untuk formasi umum 298," ungkapnya.

Setelah berkas semua masuk, tim verifikator akan memverifikasi berkas mereka dan mengumumkan seleksi administrasi pada 21 Oktober 2018 melalui aplikasi SSCN dan pangkepkab.go.id.

Jika sudah diumumkan, para K2 sudah dinyatakan lulus administrasi, maka sudah bisa mencetak kartu untuk mengikuti tes selanjutnya.(*)

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help