Gempa Palu Donggala

Relawan FTI UMI Bangun 25 Unit Water Purifier di Palu

Sedikitnya 25 unit mesin penjernih air (purefier water) akan terpasang di posko relawan di Jalan S Parman (Rumah Julius Hoesan) Kota Palu.

Relawan FTI UMI Bangun 25 Unit Water Purifier di Palu
HANDOVER
Mesin penjernih air (purefier water terpasang di posko relawan di Jalan S Parman (Rumah Bpk Julius Hoesan) Kota Palu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, PALU - Sudah 10 hari relawan dan bantuan kemanusiaan mahasiswa Fakultas Teknologi Industri UMI Makassar bermalam di Kota Palu

Selama 10 hari, relawan yang terdiri dari 35 orang itu berbaur dan berbagi dengan korban bencana Palu/

"kami dan pengungsi haus. Haus dalam kebersamaan ternyata memberi harapan. Mulai sore ini, Insya Allah, setelah delapan relawan tambahan bergabung di Palu, air laik minum tak lagi jadi rebutan," kata Ketua IKA FTI UMI Region Sulawesi Tengah Andi Kaimuddin kepada Tribun di Posko FTI UMI Jl S Parman 45, depan Hotel Grand Wisata, Rabu (10/10/2018)

Sedikitnya 25 unit mesin penjernih air (purefier water) akan terpasang di posko relawan di Jalan S Parman (Rumah Julius Hoesan) Kota Palu.

"Kapasitas debit air langsung minum ini, 200 liter per jam. Kita siapkan untuk warga dan para relawan. Silahkan bawa galon, jerigen dan botol," kata Andi Kaimuddin.

Baca: Cerita Pasha Pascagempa, Hanya Temukan Mie Instan di Dapur Rujab Wawali Kota Palu

Kaimuddin mengemukakan, mesin pemurni air ini adalah sumbangan para dermawan yang didatangkan dari Makassar.

"Proses instalasinya sederhana, sumber air tanah kita sedot, alirkan dengan selamg hampir 1 km, lalu masuk ke mesin. yang kerja ya adik-adik mahasiswa disini," kata Kai.

Tim merangkai 2 unit, satu rangkaian menggungakan listrik, air bisa langsung diminum dan warga bisa ambil air minum pakai galon karena kapasitas produksi lumayan besar

Rangkaian lainnya adalah manual tanpa listrik, juga bisa langsung diminum, tapi jika warga ingin mengambil air minum melalui rangkaian manual ini disarankan pakai botol karena kapasitas produksinya tidak terlalu besar

"Semoga air-air yang akan kami bagi gratis ini jadi penyejuk. Jadi air harapan untuk kebangkitan Palu," kata Dosen Teknik di Universitas Muhammadiyah Palu itu.(*)

Penulis: Thamzil Thahir
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help