Polres Enrekang Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Bolang

Penghentian penyelidikan terhadap kasus tersebut sesuai dengan hasil gelar perkara di Polda Sulsel.

Polres Enrekang Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Bolang
m azis albar/tribunenrekang.com
Kasat Reskrim Polres Enrekang, AKP Muh Hatta 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Kepolisian Resort (Polres) Enrekang memastikan menghentikan proses penyelidikan kasus dugaan korupsi anggaran Desa Bolang, Kecamatan Malua, Kabupaten Enrekang.

Hal tersebut disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Enrekang, AKP Muh Hatta saat ditemui TribunEnrekang.com, Rabu (9/10/2018).

Menurutnya, penghentian penyelidikan terhadap kasus tersebut sesuai dengan hasil gelar perkara di Polda Sulsel.

"Jadi untuk kasus Desa Bolang proses penyelidikannya dihentikan sementara, karena sesuai hasil gelar perkara di Polda kasus ini belum bisa ditingkatkan statusnya dari lidik ke sidik," katanya.

Baca: Gasmator Bentuk Tim Penelusuran Penyimpangan Dana Desa di Toraja

Baca: Wow, Kasus Korupsi Dana Desa Pongkeru Lutim Rp 670 Juta, Kalahkan Kasus di Bone

Ia menjelaskan, penghentian sementara terhadap penyelidikan kasus tersebut lantaran bukti yang diperoleh saat ini belum kongkret.

Selain itu, sesuai hasil audit dari tim TP4D yakni BPKP atau Inspektorat memang ditemukan ada dugaan penyalahgunaan senilai Rp 107 juta, namun uang tersebut telah dikembalikan ke negara.

Apalagi, pengembalian uang dilakukan saat kasus ini masih dalam proses penyelidikan sehingga tidak bisa dilanjutkan prosesnya.

"Uangnya sudah dikembalikan ke negara. Kita juga ini bekerja sesuai perundang-undangan dan tidak serta merta langsung main tangkap saja, harus sesuai aturan dan SOP yanga berlaku," tuturnya.

Ia menambahkan, meski memastikan kasus tersebut dihentikan penyelidikannyan, tidak serta merta kasus ini ditutup. Sebab, kasus tersebut tentu masih bisa dilanjutkan lagi jika ada bukti baru yang diperolehnya.(*)

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved