Polda Sulsel Tetapkan Kasi Pengadaan Tanah BPN Luwu Timur Tersangka Tipikor

Penyidik Polda Sulsel menetapkan satu pegawai BPN Luwu Timur, Andi Fahmi Amat, sebagai tersangka kasus korupsi.

Polda Sulsel Tetapkan Kasi Pengadaan Tanah BPN Luwu Timur Tersangka Tipikor
DARUL AMRI
Kabid Humas Polda Kombes Pol Dicky Sondani 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penyidik Polda Sulsel menetapkan satu pegawai BPN Luwu Timur, Andi Fahmi Amat, sebagai tersangka kasus korupsi.

Penetapan tersangka itu dirilis Kabid Humas Polda Kombes Pol Dicky Sondani di warkop Jl Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Rabu (10/10/2018).

Kata Kombes Dicky, hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda, Selasa (9/10/2018) tetapkan Andi Fahmi sebagai tersangka.

"Kasus dugaan Tipikor penyelenggaraan negara yang dimaksud menguntungkan diri sendiri. Yang bersangkutan melakukan pungutan liar diluar ketentuan," katanya.

Baca: Bantuan Terus Mengalir ke Korban Gempa Tsunami, Korem 132 Tadulako: Terima Kasih Warga Luwu Timur

Andi Fahmi yang diketahui masih aktif sebagai Kepala Seksi (Kasi) Pengadaan Tanah BPN itu melakukan pungutan liar dari uang ganti rugi sebuah lahan.

Pasalnya, ganti rugi yang diminta Fahmi 1,5 persen atau nilai 47 juta lebih, dalam rangka pengadaan tanah pembangunan Islamic Centre Luwu Timur tahun 2018.

Kata Dicky, penetapan pegawai BPN itu dasar Laporan Polisi (LP). Nomor LP.A / 224 / IX / 2018 / Ditrekrimsus Polda Sulsel tertanggal 18 September 2018.

Dan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Sp. Sidik / 35 / IX / 2018, 18 September 2018. Sprindik lanjutan No Sp.Sidik / 35.a / X / 2018, tanggal 4 Oktober 2018.

"Jadi tanah untuk islamic centre itu kan dibeli sama pemerintah Luwu Timur, tapi oknum ini meminta uang ke masyarakat yang menjual tanah itu," jelas Dicky.(*)

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help