KPU Bulukumba Sosialisasi Sadar Pemilu 2019 di Kajang

Ada beberapa indikator yang wajib pilih perlu pahami untuk menjadi pemilih cerdas pada pemilu 2019.

KPU Bulukumba Sosialisasi Sadar Pemilu 2019 di Kajang
handover
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bulukumba, menggelar sosialisasi forum sadar pemilu di Desa Bonto Baji dan Desa Tana Toa, di Kecamatan Kajang, Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (10/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunBulukumba.com, Firki Arisandi

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bulukumba, menggelar sosialisasi forum sadar pemilu di Desa Bonto Baji dan Desa Tana Toa, di Kecamatan Kajang, Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (10/10/2018).

Dalam sosialisasi tersebut, KPU Bulukumba menjelaskan tentang pentingnya menjadi pemilih cerdas.

Ada beberapa indikator yang wajib pilih perlu pahami untuk menjadi pemilih cerdas pada Pemilu 2019.

Terkhusus untuk masyarakat yang menurut ketentuan sudah memenuhi syarat yakni minimal berumur 17 tahun pada 17 April 2019 dan harus memastikan diri terdaftar dalam DPT Pemilu 2019.

"Penting kami sampaikan, agar pemilih sebelum menentukan pilihannya, agar memahami track record peserta Pemilu 2019. Baik dari sisi motivasi, karakter, kapabilitas, komitmen dan integritas calon tersebut," jelas Komisioner KPU Bulukumba, Syamsul.

Baca: Desain APK Pemilu 2019 Belum Dikeluarkan KPU, Beberapa Baliho Caleg Mulai Terpasang

Baca: Soal Medsos Peserta Pemilu, Bawaslu Sulsel: Tak Mesti Pakai Tim Khusus Awasi Mereka

Selain itu, pada kesempatan tersebut, KPU Bulukumba juga mensosialisasikan bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah demokrasi di Indonesia, pemilihan capres-cawapres dan calon legislatif digelar secara serentak.

Olehnya itu, KPU menjelaskan bahwa pada Pemilu 17 April 2019, masyarakat akan dihadapkan pada lima pilihan kertas suara, yakni untuk calon presiden dan wakil presiden, calon DPR, calon DPD, calon DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/kota.

Yang tak kalah pentingnya, kata Syamsul, yakni bagaimana mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi kinerja penyelenggara, peserta pemilu, dan stakeholder lainnya dalam pelaksanaan pemilu 2019.

"Kami di penyelenggara, memiliki tujuan yang besar, yakni mewujudkan pemilu yang berintegritas. Hal ini tdk bisa diwujudkan semudah membalik telapak tangan, hal ini bisa terwujud jika semua pihak bisa melakukan pengendalian diri," jelasnya.

Syamsul juga berharap, dengan terwujudnya pemilih cerdas ini dalam pemilu serentak 17 April 2019, dapat melahirkan pemimpin-pemimpin yang amanah dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat.(*)

Penulis: Firki Arisandi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved