Gempa Palu Donggala

Cerita Pasha Pascagempa, Hanya Temukan Mie Instan di Dapur Rujab Wawali Kota Palu

Ribuan nyawa melayang serta rumah, perkantoran, rumah sakit dan bangunan bertingkat hancur akibat bencana yang maha dahsyat itu.

Cerita Pasha Pascagempa, Hanya Temukan Mie Instan di Dapur Rujab Wawali Kota Palu
HASAN BASRI
Wakil Wali Kota Palu, Sigit Purnomo Said atau dikenal dengan Pasha Ungu. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gempa bumi berkekuatan 7,4 SR yang disusul tsunami mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada 28 Oktober 2018, menyisahkan luka mendalam.

Ribuan nyawa melayang serta rumah, perkantoran, rumah sakit dan bangunan bertingkat hancur akibat bencana yang maha dahsyat itu.

Seperti dirasakan Wakil Wali Kota Palu, Sigit Purnomo Said atau dikenal dengan Pasha Ungu.

Pasha menceritakan, dirinya tidak bisa berbuat apa-apa beberapa hari pascakejadian.

Karena semua jaringan listrik dan telepon terputus.

Baca: Aksi Pasha Ungu Urusi Korban Tsunami Palu, Angkat Galon hingga Gotong Jenazah

"Ini semua harus menjadi pelajaran bagi kita, jangankan di dapur Rujab Wawali waktu saya mau makan hanya tinggal mie instan, padahal waktu itu belum makan," sebutnya.

Menurutnya, gempa dam bencana tsunami ini dampaknya menyeluruh ke semua tataran Kota Palu, termasuk dirinya.

"Ia tidak memilih yang kena hanya anak muda, orantua, orang miskin, orang kaya, atau pemerintah tidak. Kita semua adalah korban," kata Pasha. (San)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help