Bupati Pangkep Tanggapi Soal Warga Kalmas Terisolir karena Aturan Syahbandar

Syamsuddin A Hamid menanggapi soal warga Kecamatan Liukang Kalmas yang terisolir karena aturan pelarangan memuat penumpang

Bupati Pangkep Tanggapi Soal Warga Kalmas Terisolir karena Aturan Syahbandar
munjiyah/tribunpangkep.com
Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid 

TRIBUNPANGKEP.COM, LIUKANG KALMAS- Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid menanggapi soal warga Kecamatan Liukang Kalmas yang terisolir karena aturan pelarangan memuat penumpang di kapal pengangkut barang oleh Syahbandar.

"Kita sudah koordinasi dengan Syahbandar agar diberi kebijakan dulu khusus untuk warga kita di pulau terjauh itu untuk sementara," ujar Syamsuddin di Pangkajene, Rabu (10/10/2018).

Syamsuddin menambahkan, permintaan itu agar Syahbandar memberi izin sambil menunggu bantuan kapal perintis dari kementerian.

"Kita sementara tunggu bantuan kapalnya dari Kementerian untuk kapal perintis rute Kalmas. Jadi semoga secepatnya datang sehingga warga tidak perlu lagi menumpang di kapal pemuat barang," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, sudah empat bulan kapal pemuat barang tujuan Kecamatan Kalmas tidak bisa lagi memuat penumpang.

Kondisi itu mengakibatkan warga Kecamatan Liukang Kalmas terisolir.

Syahbandar memperketat Surat Persetujuan Berlayar (SPB) pasca banyaknya kejadian kapal tenggelam yang terjadi di perairan Indonesia khususnya di Sulsel. Alasannya juga untuk keselamatan penumpang.

Kecamatan Liukang Kalmas adalah salah satu kecamatan terjauh Pangkep. Perjalanan laut ditempuh kira 48 jam lamanya.(*)

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help