PN Makale Minta Laporkan Jika Ada Kongkalikong Soal Lahan Tanah Lapangan Gembira

Salah satu Korlap, Yulianus Sarira meminta kepada PN Makale Kelas IB agar menelusuri penyelesaian serta masalah sengketa lahan

PN Makale Minta Laporkan Jika Ada Kongkalikong Soal Lahan Tanah Lapangan Gembira
risnawati/tribuntoraja.com
Wakil Ketua Pengadilan Negeri Makale Kelas IB, Jahoras Siringoringo menerima aspirasi ribuan massa di kantornya, Jl Pongtiku, Kecamatan Makale, Tana Toraja, Senin (8/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunToraja.com, Risnawati

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Pengadilan Negeri (PN) Makale Kelas IB meminta kepada massa yang berunjuk rasa agar melaporkan jika ada oknum yang bermain dalam permasalahan soal sengketa lahan di lokasi Lapangan Gembira Rantepao, Toraja Utara, Sulsel.

Wakil Ketua PN Makale Kelas IB, Jahoras Siringoringo menerima aspirasi ribuan massa yang mengepung kantornya sehingga wajahnya terkena lemparan air mineral gelas.

Jahoras menjelaskan, permasalahan sengketa tanah seluas tiga hektar oleh Pemkab Toraja Utara yang digunakan puluhan tahun dan digugat ahli waris, H Ali kini sementara dalam proses kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

"Poin-poin yang disampaikan dalam aspirasi kemudian akan dituangkan secara tertulis, sebagai bukti dalam proses tingkat kasasi sebagai pertimbangan MA," ujarnya, Selasa (10/9/2018).

Salah satu Korlap, Yulianus Sarira meminta kepada PN Makale Kelas IB agar menelusuri penyelesaian serta masalah sengketa lahan lapangan gembira yang terindikasi ada pihak bermain.

"Kalau ada buktinya, laporkan kepada kami segera jika ada unsur kongkalikong di dalamnya dan itu bisa kami laporkan ke MA jika memang ada bukti dalam perkara ini," kata Jahoras.

Dia juga mengatakan, putusan PN Makale dan Pengadilan Tinggi Makassar, dimana Pemkab kalah dua kali dalam persidangan, pihaknya tidak bisa menilai dan mereka punya kewenangan.

"Kasasi itu diatur oleh MA, dan masih ada peninjauan kembali, masih panjang prosesnya, kita jangan sampai termakan isu bahwa lahan itu segera di eksekusi," jelasnya.

Jahoras mengumpulkan poin-poin aspirasi yang disampaikan pengunjuk rasa kemudian dituang dalam laporan dan ditandatangani penerimaan aspirasi yang akan ditebuskan ke pengadilan tinggi, MA dan lainnya.

Penulis: Risnawati M
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved