Gempa Palu Donggala

JAPFA Foundation Kirim 8 Personel Emergency Rescue ke Sulteng

Keberangkatan delapan personel tim ER dimaksudkan untuk memberi bantuan penyelamatan dan medis sampai tujuan.

JAPFA Foundation Kirim 8 Personel Emergency Rescue ke Sulteng
handover
APFA Foundation ikut berpartisipasi dalam kegiatan penyelamatan bencana Palu dan Donggala. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan sudah ada 1.407 jiwa korban bencana gempa di Palu dan Donggala, Sulteng.

Jumlah korban ini akan bertambah seiring dengan tindakan evakuasi yang akan terus dilanjutkan.

Musibah tersebut menyedot perhatian masyarakat untuk menyalurkan bantuan bagi para korban, tindakan yang sama pula dilakukan JAPFA Foundation.

Sebagai organisasi sosial yang dibentuk JAPFA Group, JAPFA Foundation ikut berpartisipasi dalam kegiatan penyelamatan bencana Palu dan Donggala.

Ini dibuktikan dengan diberangkatkannya tim emergency rescue (ER) menuju lokasi bencana sejak Sabtu (6/10/2018).

Baca: Dikbud Barru Kumpul Dana Rp 150 Juta Untuk Korban Gempa di Sulteng

Keberangkatan delapan personel tim ER dimaksudkan untuk memberi bantuan penyelamatan dan medis sampai tujuan.

Tim ER bekerja sama dengan tim independen 118, Tim Collapsed Structure Search and Rescue (CSSR), dan tim emergency medics dalam pemberangkatan ini.

Head of JAPFA Foundation, Andi Prasetyo dalam siaran persnya, Selasa (9/10/2018) menuturkan, JAPFA Foundation sebagai organisasi sosial, selalu berusaha untuk ikut berkontribusi secara terstruktur, cepat dan tanggap dalam berbagai kondisi yang melibatkan bencana kemanusiaan.

"Kami ingin bisa membantu sesama dengan sebanyak-banyaknya," katanya.

Selain itu, JAPFA Foundation pun melakukan sejumlah assesment yang nantinya akan ditindaklanjuti dalam masa disaster relief bagi sejumlah korban.

Baca: Japfa Group Bagikan Ribuan Pieces Sosis ke Panti Asuhan

“JAPFA Foundation dan JAPFA Group ingin selalu beriringan bersama untuk bisa secara sustain dan mampu mempengaruhi banyak pihak untuk bergerak dalam sisi kemanusiaan,” kata Andi.

Hingga kini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban luka berat sebanyak 2.459 jiwa, 113 orang dilaporkan hilang, 152 orang tertimbun, dan 65.733 rumah rusak berat.(*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved