Gempa di Wajo juga Dirasakan Warga Luwu

Salah seorang warga Desa Malela, Kecamatan Suli, Jumi mengaku, merasakan getaran gempa meski hanya beberapa detik.

Gempa di Wajo juga Dirasakan Warga Luwu
Ilustrasi gempa bumi hari ini di Sidrap (Sidenreng Rappang), Sulawesi Selatan. 

Laporan Wartawan TribunLuwu.com, Desy Arsyad

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, dirasakan warga Luwu, Selasa (9/10/2018).

Salah seorang warga Desa Malela, Kecamatan Suli, Jumi mengaku, merasakan getaran gempa meski hanya beberapa detik.

"Sekitar pukul 09.30 tadi itu saya rasa ada getaran, tapi cuman beberapa detik," ujarnya.

Hal senada juga diutarakan warga Belopa, Agus, yang juga merasakan gempa tersebut. Namun gempa tersebut tidak membuat kepanikan untuk warga Luwu, dan hanya dirasakan sebagian warga.

Informasi yang dihimpun, Gempa bumi tektonik dengan kekuatan 4,2 SR mengguncang wilayah Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Selasa (09/10/2018). Gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan data Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah IV Makassar, gempa terjadi pukul 09:03:55 Wita dengan episenter 3.82 LS- 120.23 BT sekitar 23 km Tenggara Sidrap, Sulsel.

Ditinjau dari kedalamannya, gempa bumi ini merupakan gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Walanae di wilayah Wajo - Sulawesi Selatan.

Berdasarkan laporan masyarakat menunjukan bahwa dampak gempabumi berupa goncangan dirasakan di wilayah Palopo, Siwa dan Sengkang dalam skala intensitas I SIG-BMKG (II – III MMI).

"Hasil koordinasi hingga saat laporan ini dibuat belum ada informasi adanya kerusakan akibat gempa bumi tersebut," kata Plt BMKG Wilayah IV Makassar, Joharman dalam rilisnya.

Joharman menyebut dari hasil pemodelan shakemap, getaran gempabumi diperkirakan dirasakan pada skala I SIG (Skala Intensitas Gempabumi) BMKG atau setara II - III MMI di Palopo, Siwa dan Sengkang.

Serta daerah disekitarnya yang berdekatan dengan lokasi sumber gempabumi. Pada skala ini digambarkan getaran dirasakan oleh orang banyak, benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan jendela kaca bergetar. (*)

Penulis: Desy Arsyad
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved