Dihipnotis, Uang Senilai Rp 10 Juta Milik Warga Cendana Enrekang Raib

berdasarkan pengakuan korban, dirinya ditemui pelaku di parkiran kantor BRI Enrekang saat hendak mentrasfer uang untuk membayar utang

Dihipnotis, Uang Senilai Rp 10 Juta Milik Warga Cendana Enrekang Raib
Muh Azis Albar/Tribunenrekang.com
Kanit SPKT 1 Polres Enrekang, Aiptu Madjid Abdullah 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG- Masyarakat Kabupaten Enrekang harus lebih waspada terhadap tindak kriminal penipuan dengan modus hipnotis.

Baru-baru ini, seorang warga Kecamatan Cendana, Kabupaten Enrekang, Sainuddin Lita (64) menjadi korban hipnotis di Parkiran Kantor BRI Cabang Enrekang, Selasa (9/10/2018).

Menurut Kanit SPKT 1 Polres Enrekang, Aiptu Madjid Abdullah, berdasarkan pengakuan korban, dirinya ditemui pelaku di parkiran kantor BRI Enrekang saat hendak mentrasfer uang untuk membayar utang kepada temannya.

Disitu pelaku menyapa korban dan mengajukan beberapa pertanyaan kepada korban.

"Awalnya pelaku ini tanyakan alamat setelah itu tanyakan tujuan korban ke BRI dan terakhir; pelaku tanyakan soal uang simpanan korban," kata Aiptu Madjid.

Dari pertanyaan tersebut pelaku kemudian meminta korban untuk mengambil uang simpanannya yang ada di rumah.

Dan anehnya korban mengiyakan ajakan pelaku, setelah mengambil uang di rumahnya, korban dan pelaku kembali lagi ke parkiran Bank BRI Enrekang.

Disitu, pelaku meminta uang senilai Rp 10 juta milik korban untuk dimantrai agar rejeki korban akan bertambah.

"Anehnya korban ini tetap menurut, lalu uang tersebut dimasukkan dalam tas milik korban dan tas tersebut diserahkan pada korban dengan pesanan tersangaka jangan diambil dulu uang tersebut sebelum masuk waktu shalat magrib dan korban kembali menuruti perintah pelaku," ujar Aiptu Madjid.

Namun, karena korban ingin mengambil berkas di tasnya, Ia kemudian membuka tasnya yang telah disimpan dalam lemari rumahnya tersebut.

Tapi sayangnya, uang senilai Rp 10 juta dalam tas korban sudah tidak ada lagi.

"Jadi laporannya kita sudah terima, dan ini masuk pasal penipuan dengan modus hipnotis. Untuk saat ini pelaku kita masih selidiki," tutur Aiptu Madjid. (*)

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help