Cegah Kematian Ibu Hamil, Istri Gubernur Sulsel Berbagi Pengalaman di Forum USAID

Liestiyati membagi pengalaman selama 10 tahun menjadi motivator dan leader ibu-ibu PKK di 69 desa dan kelurahan di delapan kecamatan Bantaeng.

Cegah Kematian Ibu Hamil, Istri Gubernur Sulsel Berbagi Pengalaman di Forum USAID
handover
Istri Gubernur Sulsel, Ir Liestiyati F Nurdin (54), berbagi pengalaman di Forum Ibu dan Bayi Baru Lahir di Balroom Hotel Swiss BelInn Panakkukang, Makassar, Selasa (9/10/2018) siang. 

Laporan Wartawan Tribun-Timur, Saldy

 TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -  “Kalau soal kesehatan ibu dan bayi, saya akan selalu cerewet."

Demikian diutarakan Istri Gubernur Sulsel, Ir Liestiyati F Nurdin (54), berbagi pengalaman di Forum Ibu dan Bayi Baru Lahir di Balroom Hotel Swiss BelInn Panakkukang, Makassar, Selasa (9/10/2018) siang.

Master ilmu perikanan dari Universitas Kyushu Jepang itu meminta istri camat, kepala desa dan luran untuk memantau kesehatan ibu hamil di  awal musim hujan dan di bulan-bulan tingkat kelahiran bayi tinggi (April hingga September).

“Mereka itu sudah tahu, kalau soal kesehatan ibu, bayi, saya akan banyak pertanyaan,” ujar Lies yang diikuti senyum dan tawa sekitar 120-an peserta forum ini.

Dalam kapasitas Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Sulawesi Selatan, Liestiyati membagi pengalaman selama 10 tahun menjadi motivator dan leader ibu-ibu PKK di 69 desa dan kelurahan di delapan kecamatan di Bantaeng.

Baca: Liestiaty F Nurdin Hibur Anak Korban Gempa Palu

Proyek Jalin USAID, sebuah lembaga donor pemerintah Amerika bidang kesehatan ibu dan bayi baru lahir di Indonesia, mengundang insiyur ilmu perikanan Unhas itu menjadi pembicara utama di sharing session.

Pengalamannya selama menjadi Ketua TP PKK Kabupaten Bantaeng (2008-2018) oleh Dinas Kesehatan Sulsel dan lembaga donor Amerika (USAID) dianggap bisa jadi smart and best practice untuk menekan jumlah kematian ibu dan anak di Sulsel.

Dari 24 kabupaten/kota di Sulsel, dalam dekade 7 tahun, Bantaeng jadi satu-satunya kabupaten yang tingkat kematian ibu melahirkan dan bayi neo-natal di angka 1.

“Bantaeng memulai dengan angka kematian tinggi. Tak ada dokter spesialis di puskesma, dokter di rumah sakit kebanyakan bermukim di Makassar, untuk dokter anak awal-awalnya kami pinjam dari Jeneponto, Bulukumba dan Takalar.

"Alhamdulillah, dalam tiga tahun, angka kematian bisa kita teerus tekan, sampai hari ini,” kata Lies, yang baru sebulan dilantik menjadi Ketua TP Sulsel.

Baca: USAID Jalin Bahas Angka Kematian Ibu dan Bayi di Sulsel, Kadis Kesehatan Ungkap Daerah ini

Halaman
12
Penulis: Saldy
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help