Buat Status 'Yess Gempaki Bulukumba Amin', Pemuda Desa Sangkala Bulukumba Ditangkap Polisi

IA ditangkap lantaran diduga menyebarkan berita hoax tentang gempa yang terjadi di Bulukumba, yang diunggah di akun media sosial (Medsos) facebook

Buat Status 'Yess Gempaki Bulukumba Amin', Pemuda Desa Sangkala Bulukumba Ditangkap Polisi
HANDOVER
Pemuda berinisial IA (15 tahun), warga Dusun Dumpu, Desa Sangkala, Kecamatan Kajang, Selasa (9/10/2018) menjalani serangkaian pemeriksaan di Unit Tipidter Polres Bulukumba. 

Laporan Wartawan TribunBulukumba.com, Firki Arisandi

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Pemuda berinisial IA (15 tahun), warga Dusun Dumpu, Desa Sangkala, Kecamatan Kajang, Selasa (9/10/2018) menjalani serangkaian pemeriksaan di Unit Tipidter Polres Bulukumba.

Ia dibekuk di rumah saudaranya, di Dusun Batunilamung, Desa Jojjolo, Kecamatan Bulukumpa, sekitar 2 kilometer dari rumahnya, Senin (8/10/2018) sekitar pukul 22.00 Wita.

IA ditangkap lantaran diduga menyebarkan berita hoax tentang gempa yang terjadi di Bulukumba, yang diunggah di akun media sosial (Medsos) facebook miliknya.

Statusnya itu meresahkan warga Bulukumba, termasuk Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulukumba, Yusuf Ucup, selaku pelapor.

Bahkan, banyak warga pesisir Bulukumba yang mengungsi ketempat yang lebih tinggi akibat kabar gempa tersebut.

"Yesss GEMPAKI BULUKUMBA Aminnnn #KANDAYYA," tulis IA pada status facebooknya, Selasa (2/10/2018).

Saat diperiksa, IA mengaku membuat status tersebut karena kesal telah mendapat berita hoax dari akun facebook yang menyebutkan bahwa Bendungan Bili-bili di Gowa, bakal jebol.

"Saya dapat kabar di facebook kalau bendungan Bili-bili akan jebol. Setelah saya konfirmasi ke teman di Makassar, ternyata hoax. Jadi saya buat-mi itu juga itu status gempa," ujar IA di ruangan pemeriksaan Tipidter.

Akibat unggahannya itu, IA terancam Undang-undang (UU) sistem peradilan anak.

Namun untuk pidana, tetap dikenakan pasal 45A ayat 2 juncto pasal 28 ayat 2 UU No 19 tahun 2019, tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE), dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

Saat dimintai tanggapannya, Kapolres Bulukumba, AKBP M Anggi Naulifar Siregar, hanya meminta masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial.

"Kami hanya meminta masyarakat untuk tidak menyebar berita hoax, ini sangat meresahkan. Penangkapan IA ini bisa jadi pelajaran untuk kita semua," ujarnya. (*)

Penulis: Firki Arisandi
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved