Minta Aktivitas Tambang Sungai Bila Dihentikan, AMPSB Datangi DPRD Sidrap

Ia juga mendesak surat Plt Bupati Sidrap, Dollah Mando, terkait penghentian aktivitas tambang di Sungai Bila segera dilaksanakan.

Minta Aktivitas Tambang Sungai Bila Dihentikan, AMPSB Datangi DPRD Sidrap
amiruddin/tribunsidrap.com
Aliansi Masyarakat Peduli Sungai Bila (AMPSB) mendatangi DPRD Sidrap, di Jl Jenderal Sudirman, Kecamatan Maritengngae, Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (8/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunSidrap.com, Amiruddin

TRIBUNSIDRAP.COM, MARITENGNGAE - Aliansi Masyarakat Peduli Sungai Bila (AMPSB) mendatangi DPRD Sidrap, di Jl Jenderal Sudirman, Kecamatan Maritengngae, Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (8/10/2018).

Kedatangan mereka ke DPRD Sidrap, untuk meminta aktivitas tambang di Sungai Bila, Kecamatan Pitu Riase, Sidrap dihentikan.

Pasalnya, aktivitas tambang di Sungai Bila diduga telah merusak kondisi lingkungan sekitar.

"Kami minta segera ditutup karena sangat meresahkan. Kondisi lingkungan di daerah sekitar Sungai Bila, juga sudah sangat rusak," kata Koordinator AMPSB, Andi Kengkeng kepada TribunSidrap.com.

Ia juga mendesak surat Plt Bupati Sidrap, Dollah Mando, terkait penghentian aktivitas tambang di Sungai Bila segera dilaksanakan.

Sementara itu, anggota DPRD Sidrap H Rusman yang menerima AMPSB, mengaku siap menindaklanjuti aspirasi masyarakat tersebut.

"Pasti kita tindak lanjuti, sambil berkoordinasi dengan instansi terkait," ujarnya.

Sekadar diketahui, Sungai Bila terletak di Desa Bila Riase, Kecamatan Pitu Riase, Sidrap.

Tepatnya sekitar 36 km, ke arah timur pusat kota Sidrap.

Di Sungai Bila terdapat bendungan, yang digunakan warga setempat untuk mengairi ribuan hektare sawah.

Penulis: Amiruddin
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help