Massa Berkaos Serba Hitam Sambangi PN Makale Tana Toraja, Ini Tuntutannya

Aksi damai massa diterima langsung oleh Wakil Ketua PN Makale, Jahoras Siringoringo didampingi Kapolres AKBP Julianto P Sirait.

Massa Berkaos Serba Hitam Sambangi PN Makale Tana Toraja, Ini Tuntutannya
handover
Massa menggunakan baju kaos berwarna hitam memadati halaman kantor Pengadilan Negeri (PN) Makale, Kecamatan Makale, Tana Toraja, Sulsel, Senin (8/10/3018) 

Laporan Wartawan TribunToraja.com, Risnawati

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Massa menggunakan baju kaos berwarna hitam memadati halaman kantor Pengadilan Negeri (PN) Makale, Kecamatan Makale, Tana Toraja, Sulsel, Senin (8/10/3018)

Massa yang datang mengatasnamakan Forum Aliansi Masyarakat Toraja,

Mereka terdiri dari siswa SMA Negeri 2 Toraja Utara serta para alumni dan tujuh Anggota DPRD Toraja Utara.

Dengan menggunakan 32 truk dan mobil lainnya membuat kemacetan terjadi di sepanjang Jalan Pongtiku, Kecamatan Makale.

Aksi damai massa diterima langsung oleh Wakil Ketua PN Makale, Jahoras Siringoringo didampingi Kapolres AKBP Julianto P Sirait.

Baca: Bela Tanah Adat, Massa Forum Aliansi Masyarakat Toraja Unjuk Rasa di PN Makale, Senin Pagi

Massa menuntut PN Makale menangani perkara kasus sengketa tanah yang dimenangkan oleh penggugat.

Sekaligus, meminta PN Makale menandatangani aksi damai penyampaian aspirasi tersebut sebagai bukti di Mahkamah Agung (MA).

"Kami meminta hakim meminta maaf, sangat keliru dalam memutuskan sidang, sangat tidak masuk akal surat fotocopy pembelian tanah bisa dimenangkan penggugat dan hanya menerima keterangan jawaban saksi tanpa bukti jelas," ujar Korlap, Yulianus Sarira.

PN Makale didesak untuk menandatangani petisi serta penyataan sikap mendukung aksi moral tersebut.

"Untuk menghadirkan majelis hakim sangat mustahil, hakim lama sudah di mutasi ke Pengadilan Negeri Kupang, dan Kepala PN baru berada di Jakarta saat ini," ujar Wakil Ketua PN Makale, Jahoras Siringoringo

Baca: Pemkab Tana Toraja Fasilitasi Mahasiswa Korban Gempa Palu Kuliah di Makassar

Jahoras mengatakan, poin-poin dalam aksi akan dituangkan secara tertulis dan diajukan sebagai bukti dalam tingkat kasasi yang sementara berlanjut di MA.

"Kasasi diatur oleh MA dan dilakukan peninjauan kembali, kasus ini masih panjang prosesnya, jangan termakan isu bahwa akan segera dilakukan eksekusi," tuturnya.(*)

Penulis: Risnawati M
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved