ACC Temukan Kejanggalan Pencairan Anggaran Porda KONI Maros

Telah mengucurkan Rp 1,3 Miliar dana hibah 2018, untuk digunakan pada Porda XVI yang belangsung

ACC Temukan Kejanggalan Pencairan Anggaran Porda KONI Maros
TRIBUN TIMUR/ANSAR
Wakil Direktur Anti Corruption Committee (ACC), Sulawesi, Abdul Kadir. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi, menemukan kejanggalan pada kucuran anggaran Porda Sulsel yang diterima Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Maros.

Badan Keuangan Daerah (BKD) Maros, telah mengucurkan Rp 1,3 Miliar dana hibah 2018, untuk digunakan pada Porda XVI yang belangsung di Pinrang.

Padahal, Laporan Pertanggungjawaban keuangan KONI, tahun 2016-2017 belum rampung.

Wakil Direktur ACC, Abdul Kadir, Senin (8/10/2018)mengatakan, BKD terlalu nekat mengucurkan anggaran Porda, padahal KONI belum pertanggungjawabkan anggarannya.

Hal tersebut merupakan kekeliriuan fatal dan perlu diusut oleh Kejakasaan Negeri (Kejari) Maros. Kadir lebih percaya Kejari mengusut kasus dibanding lainnya.

"Kenapa ada kucuran anggaran untuk KONI. Sementara LPj tahun lalu tidak rampung. Ada anggarannya hilang sekira Rp 300 juta. Katanya dibegal di lapangan. Bagaiamana Lpjnya itu," kata Kadir.

Seharusnya Pemkab tidak mengucurkan anggaran sebelum Lpj rampung. Ketua KONI Maros, Imran Yusuf dicurigai juga belum mengganti uang tersebut.

Selain di Pemkab, ACC juga menemukan kejanggalan pada pengusutan kasus tersebut. Hingga saat ini, Polsek Turikale belum menemukan pelaku perampokan.

"Kami curiga, perampokan itu sudah disusun rapi. Kok mulai dari Pemkab, KONI dan Polsek, semuanya diam. Itu perlu dipertanyakan," katanya.

Halaman
123
Penulis: Ansar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved