Pegadaian Gelontorkan Rp 253 Miliar Pembiayaan di Makassar

Tercatat, hingga September 2018 realisasi pembiayaan atau Outstanding Loan (OSL) tumbuh sebesar Rp 253 miliar.

Pegadaian Gelontorkan Rp 253 Miliar Pembiayaan di Makassar
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Pemimpin Pegadaian Kanwil VI Makassar Benzani menyosialisasikan Tabungan Emas saat jumpa pers di Hotel Pesonna Jl Mappayukki Makassar, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PT Pegadaian (Persero) wilayah VI Makassar kian masif mengelontorkan pembiayaannya.

Tercatat, hingga September 2018 realisasi pembiayaan atau Outstanding Loan (OSL) tumbuh sebesar Rp 253 miliar.

Pemimpin Pegadaian Wilayah VI Makassar, Benzani menuturkan, performa bisnis tumbuh positif.

"Hingga September 2018, OSL tercatat Rp 4,5 triliun. Realisasi tersebut sudah naik sebesar Rp 253 miliar (year to date). Realisasi tersebut telah menutupi target tahun ini hingga sebesar 90 persen," katanya, Minggu (7/10/2018).

Baca: VIDEO: Pegadaian Kirim 68 Kodi Kebutuhan Pokok ke Palu-Donggala

Sisa 10 persen yang harus di keluarkan Pegadaian untuk mencapai target di dua bulan lebih waktu tersisa di 2018. Benzani optimis dapat tercapai.

"Nasabah kita juga kian bertambah. Hingga September nasabah sudah 1,39 juta. Omset kita sudah Rp 10,7 triliun," ujarnya.

Sementara, untuk pertumbuhan laba masih on the track di angka pertumbuhan 117 persen. Adapun pertumbuhan rerata OSL sekitar 7 persen secara bulanan.

"Kami optimis realisasi target bisnia kita sampai Desember bisa 100 persen bahkan lebih," kata lelaki berkacamat itu. (aly)

September Sedikit Turun

Benzani mengakui, di September bisnis perseroan sedikit mengalami penurunan.

Menuturnya, hal tersebut siklus tahunan, disebabkan konsentrasi nadabah yang ada di Parepare, Pinrang, Bone sedang masuk musim panen.

Baca: Gadai Prima Pegadaian Kanwil VI Tembus Rp 2,61 Miliar

"Kalau panen, petani banyak duitnya jadi emas ditebus," katanya.

Namun, setelahnya daerah Takalar, Jeneponto dan tetangganya akan memasuki masa tanam. Ini akan menutupi penurunan di September.

"Kalau kau musim tanam butuh modal pasti gadai lagi. Jadi Oktober November itu naik," katanya. (aly)

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved