Masih Bermukena, Canaria Selamat Usai Tertimbun Reruntuhan Gempa Palu Selama 20 Jam

Canaria (75) terbaring lemah di posko pengungsian di Bulukodi, Kelurahan Duyu, Palu Barat, Kota Palu

Masih Bermukena, Canaria Selamat Usai Tertimbun Reruntuhan Gempa Palu Selama 20 Jam
HANDOVER
Nenek Canaria yang terbaring, saat didatangi relawan Lazis Wahdah Islamiyah. 

Nasruddin Abdul Karim

Relawan Lazis Wahdah Islamiyah

Melaporkan dari Palu, Sulawesi Tengah

NENEK Canaria (75) terbaring lemah di posko pengungsian di Bulukodi, Kelurahan Duyu, Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Sekujur tubuhnya penuh luka.

Ketika gempa mengguncang Palu, beliau tengah bersiap shalat magrib.

Saat itu, seluruh warga di Jalan Kemuning, Balaroa, berlarian keluar rumah menyelamatkan diri.

Termasuk dirinya.

Namun, apalah daya dengan tubuh yang sepuh akhirnya terkubur hingga leher di reruntuhan rumah.

Keluarga pun kesulitan mencari beliau karena posisi rumah yang sudah bergeser jauh.

"Alhamdulillah, saat itu ada warga yang lewat dan mendengar ibu minta tolong diberi air minum dan memberi tahu kami posisi ibu," ujar Aidah (50), anak kelima Canaria.

Posisi Canaria yang berada di dasar reruntuhan membuat warga kesulitan untuk evakuasi langsung dan hanya diberi air mineral.

Beliau berhasil dievakuasi keluarga pada hari Sabtu, 29 September 2018 jelang pukul 14.00 Wita dan mukena masih melilit di leher.

Saat ini,nenek dirawat dengan apa adanya di posko pengungsian bersama sanak keluarga lainnya yang selamat.(*)

Penulis: CitizenReporter
Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved